- Dinas Kesehatan DIY mencatat 349 suspek campak hingga 3 Maret 2026, dengan 57 di antaranya terkonfirmasi positif.
- Meskipun kasus meningkat, belum ada laporan kasus campak yang menyebabkan kematian di wilayah DIY hingga saat itu.
- Imunisasi tetap menjadi upaya pencegahan utama, meskipun masih ada sebagian kecil masyarakat yang menolak pemberian vaksinasi.
Kondisi tersebut dapat memperburuk kesehatan anak apabila tidak segera ditangani. Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap gejala campak seperti demam tinggi, ruam kemerahan pada kulit, batuk, pilek, serta mata merah.
"Jika anak mengalami gejala tersebut, orang tua diimbau segera membawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya.
Selain imunisasi, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari diperlukan. Kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan dinilai mampu membantu menekan risiko penyebaran berbagai penyakit menular.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memahami pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam melindungi anak dari penyakit campak.
Baca Juga:Aveta Hotel Malioboro Mengadakan Buka Bersama Anak-anak Panti Asuhan Mustika Tama
“Karena penyakit campak sangat cepat dan mudah menular serta dapat menimbulkan komplikasi serius, khususnya pada anak balita, maka pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi serta penerapan pola hidup bersih dan sehat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi