- Sebanyak 354 jemaah haji asal Kulon Progo diberangkatkan dari Masjid Agung Wates pada Selasa, 21 April 2026.
- Pasangan lansia Siti Mariah dan Ngatijan tetap bersemangat menunaikan ibadah haji meski memiliki keterbatasan kondisi fisik.
- Sebanyak 181 jemaah lansia mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah demi kelancaran ibadah di Tanah Suci.
SuaraJogja.id - Suasana haru dan hangat menyelimuti Masjid Agung Wates pada Selasa (21/4/2026). Di tengah ratusan jemaah calon haji Kabupaten Kulon Progo tampak pasangan lansia Siti Mariah (61) dan Ngatijan (66) yang tak kuasa menahan rasa syukur.
Meski sang suami, Ngatijan, harus mengandalkan kursi roda akibat kondisi kesehatannya yang sempat menurun, semangat keduanya untuk memenuhi panggilan Allah tetap membara.
Pasangan asal Kedung Tangkil, Karangsari, Pengasih ini menjadi simbol keteguhan hati di tengah kerumunan 354 jemaah lainnya. Bagi Siti, keberangkatan ini adalah buah dari kesabaran dan persiapan panjang yang penuh tantangan.
"Persiapan sudah sejak lama sesuai arahan panitia. Memang (Bapak) sempat jatuh dan nanti harus pakai kursi roda, tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai bisa jalan lagi," tutur Siti.
Baca Juga:Niat Perkuat Modal Usaha Berujung Petaka, Nasabah BPR Danagung Jogja Diduga Tertipu hingga Bangkrut
Ngatijan pun menambahkan dengan nada optimis bahwa keterbatasan fisik tidak akan menghalangi niat sucinya.
"Semoga di Tanah Suci lancar menjalankan rukun haji," ungkap Ngatijan singkat.

Selain pasutri lansia itu, ada pula banyak sanak saudara yang turut mengantar keluarga mereka berangkat ke tanah suci.
Beberapa pengantar bahkan datang dari luar kota demi menyaksikan momen sakral ini. Alifah dan Siti Khotijah, yang sehari-hari merantau di Bekasi, rela pulang kampung demi memberikan lambaian tangan terakhir sebelum bus berangkat.
"Kami datang dari Bekasi, ingin mengantar langsung karena ini momen spesial. Jauh dan lama, jadi ingin dadah-dadah langsung," kata Alifah.
Baca Juga:ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
Siti Khotijah berdoa agar ibadah di tanah suci dapat dilaksanakan dengan lancar dan pulang kembali untuk berkumpul bersama keluarga.
"Semoga ibadahnya lancar, sehat sampai pulang, dan jadi haji mabrur. Semoga nanti kami juga bisa menyusul," tambah Siti.
Siti Mariah dan Ngatijan hanyalah bagian dari potret besar semangat lansia di Kulon Progo. Berdasarkan data, lebih dari separuh jemaah kloter pertama merupakan lanjut usia, yakni sebanyak 181 orang atau 51,12 persen.
Sementara jemaah berusia di bawah 60 tajun berjumlah 173 orang atau 48,87 persen. Total ada 9 bus disiapkan untuk mengangkut jemaah kloter pertama, yang terdiri dari 155 laki-laki dan 199 perempuan, menuju embarkasi Yogyakarta.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, memberikan apresiasi khusus bagi para jemaah, terutama mereka yang masuk kategori risiko tinggi. Ia berpesan agar para petugas daerah memberikan pendampingan ekstra saat berada di Tanah Suci.
"Pesan saya, jaga niat, laksanakan seluruh rukun, wajib, dan sunnah haji dengan baik. Jaga kesehatan, saling tolong-menolong, karena kondisi fisik sangat dibutuhkan, terlebih ada jemaah yang masuk kategori risiko tinggi," kata Agung.