- Polda DIY sedang menyelidiki dugaan malapraktik di RSUD Prambanan setelah seorang balita meninggal dunia pasca tindakan sedasi April 2026.
- Keluarga melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY pada 17 Mei 2026 karena mempertanyakan prosedur medis saat pemeriksaan CT scan.
- Polisi telah memeriksa lima saksi, sementara pihak RSUD Prambanan menyatakan sudah melakukan audit internal terkait kematian pasien tersebut.
SuaraJogja.id - Polda DIY masih mendalami kasus dugaan malapraktik yang terjadi di RSUD Prambanan. Hingga kini, penyelidikan masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah pihak yang dinilai mengetahui rangkaian peristiwa tersebut.
Kasus ini mencuat setelah seorang balita NDMP (3) meninggal dunia usai menjalani tindakan sedasi untuk pemeriksaan CT scan pada April 2026 lalu.
Keluarga korban kemudian melaporkan dugaan kelalaian medis ke Polda DIY. Laporan polisi itu teregister dengan nomor LP/B/319/N/2026/SPKT/POLDA yang diajukan ibu korban pada 17 Mei 2026 kemarin.
Dalam laporannya, keluarga mempertanyakan prosedur pemberian sedasi sebelum korban mengalami penurunan kondisi hingga akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di ICU RSUD Prambanan.
Baca Juga:Antisipasi Macet di Gerbang Tol Purwomartani, Polda DIY Siagakan Tim Urai dan Pos Pantau
"Terkait kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan saat ini masih dalam tahap penyelidikan," kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY AKBP Verena Sri Wahyuningsih saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).
Ia mengatakan polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang dalam proses awal penyelidikan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi awal terkait kondisi korban dan proses penanganan medis yang diterima.
"Sejauh ini, Polda DIY sudah meminta klarifikasi terhadap 5 orang, yaitu orang tua korban, perangkat desa, pihak posyandu, dan tenaga medis puskesmas," ujarnya.
Polda DIY memastikan proses penyelidikan belum selesai. Polisi masih menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah saksi lain guna memperdalam dugaan malapraktik yang dilaporkan keluarga korban.
"Proses ini masih terus berjalan, dan hingga minggu depan Polda DIY dijadwalkan akan melakukan klarifikasi beberapa saksi lainnya," ujarnya.
Baca Juga:Kronologi dan Tuntutan Aksi Demo Mencekam di Polda DIY: Soroti Kekerasan Oknum Aparat!
Keluarga Sebut Korban Datang dalam Kondisi Sehat
Ibu korban, Anastacia Niken Purwandari, menegaskan anaknya datang ke rumah sakit dalam kondisi sehat dan aktif. Menurut dia, tidak ada keluhan kesehatan yang dialami anaknya sebelum menjalani pemeriksaan CT scan.
"Dia itu sehat, dia enggak sakit. Dia itu enggak sakit, dia itu sehat. Cuma dia masih bermain di situ, masih makan. Waktu sebelum tindakan itu dia sehat, tapi setelah tindakan itu sampai dia enggak sadar," ujar Niken.
Keluarga menyampaikan sejumlah kondisi yang muncul setelah tindakan sedasi sebelum akhirnya dibawa ke ICU.
"Muntah darah, henti napas. Iya, sampai di ICU itu dia sampai ada lebam di bawah mata sama sempat kejang juga dia beberapa kali gitu," tuturnya.
Ia mengaku masih mencari penjelasan mengenai penyebab kematian anaknya. Menurutnya, hingga kini belum ada penjelasan yang memuaskan dari pihak rumah sakit mengenai kondisi yang menyebabkan Naura meninggal dunia.