- Ratusan siswa di Yogyakarta membayar biaya tes TOEFL setelah mengikuti sosialisasi ilegal yang mencatut nama Disdikpora DIY.
- Disdikpora DIY menegaskan tidak pernah memberikan izin atau kerja sama resmi kepada lembaga penyelenggara kegiatan tersebut.
- Pihak sekolah telah mengembalikan dana kepada siswa yang terdampak sementara dinas masih melakukan verifikasi data lebih lanjut.
SuaraJogja.id - Ratusan peserta didik di Yogyakarta disebut sempat terlanjur membayarkan sejumlah uang setelah mengikuti sosialisasi tes TOEFL yang dilakukan sebuah lembaga di lingkungan sekolah.
Persoalan ini mencuat setelah muncul dugaan adanya pencatutan nama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY dalam kegiatan tersebut.
Disdikpora DIY memastikan masih melakukan klarifikasi dan mengumpulkan informasi dari sekolah-sekolah yang disebut dalam pemberitaan. Dinas juga menegaskan tidak pernah memberikan penugasan, rekomendasi, maupun kerja sama resmi kepada lembaga yang dimaksud.
Kepala Bidang Perencanaan dan Data Disdikpora DIY, Suci Rohmadi di Yogyakarta, Selasa (21/7/2026) mengatakan berdasarkan laporan awal yang diterima, kegiatan tersebut pada dasarnya dilakukan dalam bentuk sosialisasi di sekolah.
Baca Juga:Mandiri Looping for Life di Road to INACRAFT Festival 2026: Rawat Warisan, Gerakkan Keberlanjutan
Sosialisasi semacam itu, menurutnya, memang selama ini dapat dilakukan oleh berbagai pihak yang bergerak di bidang pendidikan, bimbingan belajar, maupun pengembangan kompetensi peserta didik.
Namun, persoalan muncul ketika terdapat peserta didik yang kemudian melakukan pembayaran setelah mengikuti sosialisasi tersebut.
"Dari hasil koordinasi sementara, terdapat laporan adanya peserta didik yang melakukan pembayaran setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut," ujarnya.
Namun menurut Suci, Disdikpora DIY belum dapat memastikan secara keseluruhan berapa jumlah sekolah maupun peserta didik yang terdampak. Begitu pula dengan nilai uang yang telah dibayarkan oleh peserta didik.
Suci menyebut seluruh informasi tersebut masih dalam proses verifikasi. Disdikpora DIY ingin memastikan terlebih dahulu fakta yang sebenarnya sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh mengenai dugaan tersebut.
Baca Juga:MPLS Berakhir, MBG jadi Pengalaman Pertama Mencicipi Buah Impor bagi Siswa di Sekolah Kecil Jogja
"Seluruh informasi terkait jumlah pihak yang terdampak dan nilai kerugian masih dalam proses verifikasi untuk memastikan fakta-faktanya," katanya.
Suci menyatakan, salah satu sekolah yang telah melakukan tindak lanjut terkait persoalan tersebut adalah SMA Negeri 9 Yogyakarta dan SMA Negeri 3 Yogyakarta. Berdasarkan laporan yang diterima Disdikpora DIY, sebanyak 100 siswa SMAN 9 telah melakukan membayar Rp100 ribu untuk mengikuti tes TOEFL.
Setelah mendapatkan laporan, peserta didik yang melaporkan adanya persoalan setelah mengikuti kegiatan sosialisasi pun dikembalikan uangnya. Total dana yang dikembalikan mencapai Rp10 juta.
Sedangkan di SMAN 3 Yogyakarta, sebanyak 15 anak sempat membayar Rp100.000 para siswa meski dalam kuitansi pembayaran yang diberikan sebesar Rp150.000 per anak.
"Sekolah telah melakukan pendataan, menindaklanjuti laporan peserta didik, dan mengupayakan pengembalian dana sehingga dana yang telah dibayarkan oleh peserta didik telah dikembalikan seluruhnya kepada yang bersangkutan," jelasnya.
Namun saat ini, lanjutnya, Disdikpora DIY masih membuka kemungkinan adanya laporan lain dari sekolah maupun peserta didik yang merasa dirugikan. Karena itu, sekolah diminta tidak menutup informasi dan melakukan pendataan apabila terdapat siswa atau orang tua yang merasa mengalami kerugian.