Kronologi dan Tuntutan Aksi Demo Mencekam di Polda DIY: Soroti Kekerasan Oknum Aparat!

Demo di Polda DIY ricuh, gerbang roboh & ledakan misterius. Massa protes tewasnya remaja 14 thn di Maluku akibat kekerasan aparat, tuntut usut tuntas.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 24 Februari 2026 | 21:02 WIB
Kronologi dan Tuntutan Aksi Demo Mencekam di Polda DIY: Soroti Kekerasan Oknum Aparat!
Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (24/2/2026) petang. Gerbang Polda DIY sampai roboh. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Aksi unjuk rasa di Mapolda DIY pada Selasa (24/2/2026) diwarnai robohnya gerbang dan ledakan misterius.
  • Massa menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya remaja 14 tahun di Maluku akibat kekerasan aparat.
  • Peserta aksi menilai kekerasan aparat adalah kegagalan institusional sistemik, bukan semata-mata tindakan oknum.

SuaraJogja.id - Yogyakarta kembali menjadi medan protes atas dugaan kekerasan aparat. Pada Selasa (24/2/2026), aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) DIY berlangsung mencekam, diwarnai berbagai insiden yang mengejutkan, mulai dari gerbang roboh hingga ledakan misterius.

Massa yang terdiri dari elemen masyarakat dan mahasiswa meluapkan kekecewaan mendalam atas tewasnya seorang remaja 14 tahun di Maluku akibat kekerasan oknum aparat. Artikel ini akan mengulas kronologi lengkap dan tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi demo tersebut.

Kronologi Aksi: Dari Titik Kumpul Hingga Ledakan Misterius 

Aksi unjuk rasa ini diawali dengan titik kumpul massa di Kampus UPN Veteran Yogyakarta pada pukul 16.30 WIB. Massa yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari warga sipil hingga mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi besar di Yogyakarta seperti UGM, UNY, dan UPN Veteran Yogyakarta, kemudian melakukan long march  bersama menuju Mapolda DIY.

Baca Juga:JPW Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru SLB di Jogja, Minta Percepat Proses Hukum

Setibanya di depan Mapolda DIY, massa langsung menuju gerbang timur. Water barrier yang semula disusun pihak kepolisian langsung dibongkar oleh massa.

Ketegangan mulai meningkat saat massa yang terus berdatangan merapat ke pintu gerbang sebelah timur dan melakukan aksi dorong-dorongan dengan barikade keamanan.

Puncaknya, pada pukul 18.43 WIB, pintu gerbang sisi timur Polda DIY berhasil dirobohkan akibat desakan massa yang semakin solid. Setelah gerbang roboh, tampak pula sejumlah orang yang mencoret-coret tembok bagian luar Mapolda DIY.

Tulisan seperti 'All Cops Are Bastard' hingga 'Pembunuh' menghiasi tembok markas kepolisian tersebut. Aksi ini berdampak signifikan pada arus lalu lintas di jalur Ring Road Utara, menyebabkan kemacetan panjang di sekitar simpang empat Condongcatur dan UPN karena massa meluap ke jalan raya dan melakukan pengalihan arus secara mandiri.

Situasi yang sudah tegang semakin mencekam sekitar pukul 19.55 WIB. Massa yang semula menduduki area gerbang timur dilaporkan kocar-kacir dan berhamburan menyelamatkan diri. Kepanikan tersebut dipicu oleh suara ledakan keras yang terdengar dari arah kerumunan.

Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Jogja 23 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab ledakan maupun jenis benda yang meledak di tengah aksi tersebut. Ratusan massa yang sebelumnya bertahan di depan gerbang yang telah roboh tampak berlarian ke arah barat dan timur jalur Ring Road Utara.

Suasana di lokasi menjadi semakin riuh oleh teriakan massa yang panik, dan arus lalu lintas di depan Polda DIY telah dialihkan sepenuhnya guna menjamin keamanan.

Tuntutan Aksi: Melawan Kekerasan Aparat dan Kegagalan Institusional 

Meskipun aksi ini bergerak secara organik tanpa membawa draf tuntutan tertulis maupun menyediakan panggung orasi, esensi tuntutan massa sangat jelas dan tegas.

UD, salah satu peserta aksi, menjelaskan bahwa "Aksi ini adalah bentuk kemarahan masyarakat Yogyakarta terhadap tragedi di Maluku. Ada anak 14 tahun yang tidak bersalah, sedang mengendarai motor, tiba-tiba kepalanya dihantam helm hingga tewas." Tragedi ini menjadi pemicu utama kemarahan kolektif.

Lebih lanjut, massa aksi menegaskan bahwa mereka tidak lagi memandang kekerasan aparat sebagai tindakan oknum semata. Massa menilai adanya kegagalan institusional yang bersifat sistemik dalam sistem keamanan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini