Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana

Dua dekade gempa Yogyakarta, fokus kini beralih dari sekadar evakuasi ke penguatan mitigasi, kesiapsiagaan masyarakat, dan koordinasi antarkelompok guna hadapi ancaman bencana

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:48 WIB
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana
Apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan di kawasan Candi Prambanan memperingati 20 tahun gempa Jogja, Sabtu (23/5/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Pemerintah menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana terpadu di Yogyakarta guna menghadapi ancaman gempa bumi megathrust.
  • BNPB membentuk sistem enam klaster nasional untuk memastikan koordinasi antarlembaga dan ketersediaan peralatan yang spesifik saat bencana.
  • Pemerintah DIY terus meningkatkan edukasi masyarakat, simulasi bencana, serta pemetaan kelompok rentan untuk mempercepat proses evakuasi.

Menurut Made, tantangan berikutnya bukan hanya soal kelengkapan alat, tetapi bagaimana mengatur koordinasi saat bencana benar-benar terjadi. 

Tingginya semangat masyarakat untuk membantu korban disebut perlu diimbangi dengan tata kelola lapangan yang rapi agar penanganan tidak tumpang tindih.

"Kadang-kadang semuanya ingin membantu jadi mungkin pengaturan terkait dengan sistem yang ada di lapangan ini juga menjadi sangat penting," ujarnya.

DIY, kata dia, juga terus melakukan simulasi dan sosialisasi kebencanaan sebagai respons atas peringatan ancaman megathrust dari BMKG. Pemerintah daerah kini mulai memetakan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas agar proses evakuasi saat bencana bisa lebih cepat dan aman.

Baca Juga:Tak Ada Lagi Rebutan Gunungan, Garebeg Idul Adha Yogyakarta Tahun Ini Ditiadakan

Sementara itu, Direktur Operasi InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati mengatakan refleksi gempa 2006 turut menjadi pengingat bagi kawasan wisata dan situs budaya seperti Candi Prambanan yang sempat terdampak gempa besar kala itu.

Melalui program tanggap bencana, pihaknya menggelar pelatihan di 10 SMA di DIY yang melibatkan sekitar 1.000 siswa. Edukasi itu diharapkan menciptakan generasi muda yang mampu menjadi penyambung informasi mitigasi bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat.

"Harapannya anak-anak SMA itu menjadi bisa menjadi ambassador di lingkungan masing-masing bahwa Yogyakarta sebagai kota budaya tapi juga sangat dekat atau rawan dengan bencana," kata Indung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak