Emoji Bukan Sekadar Hiasan, Peneliti Temukan Simbol Bisa Bantu AI Mendeteksi Spam di Medsos

Peneliti UKDW temukan bahwa emoji dan analisis konteks antara postingan-komentar dapat meningkatkan akurasi AI dalam mendeteksi spam di media sosial secara lebih efisien.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:15 WIB
Emoji Bukan Sekadar Hiasan, Peneliti Temukan Simbol Bisa Bantu AI Mendeteksi Spam di Medsos
Ilustrasi emoji. [Unsplash/Domingo Alvarez E]
Baca 10 detik
  • Profesor Antonius Rachmat Chrismanto dari UKDW Yogyakarta meneliti pemanfaatan emoji untuk meningkatkan deteksi komentar spam di media sosial.
  • Peneliti menciptakan dataset SPAMID-PAIR dan model EiAP-BC guna menganalisis keterkaitan kontekstual antara unggahan asli serta komentar pengguna.
  • Model EiAP-BC terbukti mampu meningkatkan akurasi deteksi spam secara signifikan dan lebih efisien dibandingkan metode komputasi sebelumnya.

Hasilnya, model EiAP-BC mampu mencapai rata-rata akurasi 88,46 persen ketika emoji diperlakukan sebagai teks dan 86,65 persen ketika emoji diperlakukan sebagai simbol. Capaian tersebut meningkat sekitar 6,22 persen dan 4,15 persen dibandingkan model dasar Bi-LSTM-CNN. 

Tak hanya lebih akurat, model tersebut juga dinilai lebih sederhana dan lebih hemat kebutuhan komputasi dibandingkan model berbasis BERT, sehingga lebih efisien digunakan dalam skenario nyata. 

"Model yang semula dikembangkan untuk mendeteksi spam di media sosial berpotensi diadaptasi untuk menganalisis relevansi kurikulum berbasis Outcome-Based Education, termasuk memetakan keterkaitan antara capaian pembelajaran, asesmen, hingga umpan balik mahasiswa," jelasnya.

Di masa mendatang, riset pengolahan bahasa diperkirakan akan bergerak menuju model multimodal yang mampu menggabungkan teks, gambar, suara, hingga video secara bersamaan. 

Baca Juga:Komdigi Tegaskan Pembatasan Game Online Destruktif, Gandeng Kampus dan Industri Optimasi AI

Namun tantangan lain yang masih harus dihadapi adalah ketersediaan dataset berkualitas, perubahan pola bahasa yang cepat, hingga masalah bias dan keamanan data. Karenanya perkembangan AI yang sangat cepat harus tetap diimbangi dengan kebijaksanaan manusia dalam mengendalikannya.

"Pertanyaan yang menarik bukan lagi seberapa canggih AI, melainkan bagaimana kita mengendalikannya secara bijaksana," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak