Baca 10 detik
- BPS DIY melaporkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Yogyakarta baru mencapai sembilan persen hingga hari kesembilan pendataan.
- Petugas menghadapi kendala berupa penolakan warga, misinformasi terkait pajak, serta sulitnya menjangkau lokasi khusus dan mahasiswa.
- Data sensus yang bersifat agregat bertujuan membantu pemerintah menyusun kebijakan pembangunan ekonomi agar lebih tepat sasaran.
"Saya tadi ditanya jualan mangga tidak, jualan pisang tidak," paparnya.
Hasto menegaskan dirinya telah memberikan data yang diminta, baik yang bersifat rahasia maupun tidak rahasia sesuai prosedur sensus.
Hal itu sangat penting untuk mendapatkan gambaran rinci tentang kondisi ekonomi masyarakat, termasuk kepemilikan aset dan aktivitas usaha.
"Pengelompokan tersebut penting agar kebijakan bantuan sosial maupun program ekonomi dapat lebih tepat sasaran," imbuhnya.
Baca Juga:PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
Kontributor : Putu Ayu Palupi