- Dinas Kesehatan DIY mengirimkan tahap awal bantuan obat senilai Rp38 juta untuk korban gempa NTT pada 19 Agustus 2026.
- Tim medis FK-KMK dan RSA UGM yang terdiri dari enam personel diberangkatkan ke Bajawa untuk melakukan asesmen lapangan.
- Pengiriman obat dari stok buffer Dinkes DIY ini dipastikan tidak mengganggu ketersediaan layanan kesehatan bagi masyarakat Yogyakarta.
Tim asesmen tidak harus menunggu sampai kembali ke Yogyakarta untuk menyampaikan hasil pemetaan. Selama berada di NTT, mereka akan berkoordinasi setiap hari dengan tim di Yogyakarta sehingga kebutuhan tambahan dapat segera diputuskan.
"Selama mereka di sana, nanti mereka juga akan tiap hari koordinasi dengan kita. Apakah kita perlu mengirimkan tim sebelum mereka kembali atau nantinya setelah mereka kembali, nanti kita tunggu informasi kebutuhan dari mereka untuk itu," ungkapnya.
Yodi bilang fokus penempatan awal berada di Bajawa, tepatnya di RSUD Bajawa. Lokasi tersebut dipilih karena berdasarkan informasi yang diterima terdapat kebutuhan penanganan yang belum sepenuhnya ditopang oleh tim lain.
Enam personel yang diberangkatkan, tim terdiri mulai dari dokter, perawat hingga ahli kesehatan masyarakat.
Baca Juga:Terpapar Psoriasis Akibat Dampak Kemarau Panjang, Claudya Kesulitan Saat Keluar Ruangan