DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY dilanda kekeringan ekstrem akibat El Nino dan ekuinoks hingga November 2026. Status siaga darurat diperpanjang karena rentan krisis air dan kebakaran lahan.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
Embung Giwangan yang mengalami kekeringan akibat musim panas berkepanjangan, Rabu (30/9/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Baca 10 detik
  • Kepala BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyatakan status siaga darurat kekeringan diperpanjang hingga akhir November 2026.
  • BMKG memprediksi wilayah DIY mengalami Hari Tanpa Hujan terlama hingga mencapai 141 hari akibat El Nino.
  • BPBD DIY mencatat 369 kejadian kebakaran yang menimbulkan kerugian material mencapai Rp7,35 miliar di berbagai wilayah.

SuaraJogja.id - DIY saat ini tengah menghadapi  periode kekeringan yang berkepanjangan. Fenomena ekuinoks dan pengaruh El Nino membuat periode Hari Tanpa Hujan (HTH) diprediksi masih akan terjadi hingga November 2026 mendatang.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), DIY bahkan diperkirakan mengalami HTH terlama hingga mencapai 141 hari. Kondisi ini membuat empat kabupaten di DIY semakin rentan kekurangan air sekaligus kebakaran lahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryata di Yogyakarta, Rabu (30/9/2026) menyatakan kondisi kekeringan paling terasa di sejumlah titik Gunungkidul seperti di Tepus dan Rongkop, kemudian mulai menyusul Ngedangsari. 

Sementara di Kulon Progo, menurut Ruruh, BPBD DIY baru saja melakukan pengecekan di Girimulyo untuk melihat penanganan kebutuhan air, termasuk dropping air.

Baca Juga:Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

"Kalau di Bantul, kawasan Geger dan wilayah atas Parangtritis juga mengalami kondisi kering," ujarnya.

Menurut Ruruh, kondisi kekeringan yang berkepanjangan ini membuat status siaga darurat kekeringan akan diperpanjang hingga akhir November 2026 mendatang. Hal ini untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang terus berkepanjangan.

BPBD DIY memperkirakan hujan baru mulai muncul pada pertengahan hingga akhir November, 2026. Bahkan ada prediksi hujan baru akan terjadi pada awal Desember 2026.

"Sejumlah wilayah DIY masih harus melewati periode kering dalam beberapa pekan ke depan namun lokasi yang butuh dropping air masih bisa terpenuhi dengan baik," katanya.

Ruruh menambahkan, kekeringan di DY tidak hanya soal sulitnya mendapatkan air. Lahan yang mengering juga dikhawatirkan menjadi bahan bakar yang mudah tersulut, terutama ketika masyarakat masih melakukan pembakaran sampah atau aktivitas lain yang memunculkan api.

Baca Juga:Tangani Korban Bencana, PABI Akui Dokter Bedah Masih Terkendala Persebaran yang Belum Merata

Ruruh menyebut Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo sebagai wilayah yang memiliki potensi kebakaran lahan lebih tinggi karena kondisi wilayahnya relatif kering. Bahkan, pemicu kebakaran bisa berasal dari hal-hal sepele.

Karenanya masyarakat diminta mewaspadai potensi kebakaran. Sebab dari data BPBD, angka kebakaran di DIY cukup tinggi. Yang mencapa 369 kejadian. Jumlah ini terdiri dari 232 kejadian kebakaran hutan atau lahan dan 137 kejadian kebakaran bangunan.

Dari kejadian tu, 1 orang korban meninggal dunia, 14 orang mengalami luka-luka dan 3 orang terpaksa mengungsi. Kerugian kebakaran mencapai Rp7,35 Miliar.

Puntung rokok, pembakaran sampah hingga pembakaran sisa daun menjadi sejumlah aktivitas yang harus diwaspadai. Api yang ditinggalkan dalam kondisi lahan kering dan diterpa angin dapat dengan cepat menjalar.

"Pemantiknya itu hal-hal yang kecil, tetapi kalau ini tidak disadari masyarakat bisa menimbulkan bakaran yang meluas," ujarnya.

"Seperti puntung rokok, pembakaran sampah, pembakaran lahan atau sisa-sisa daun yang kemudian menimbulkan kebakaran karena dengan angin ditinggal sama yang membakar sehingga ini menimbulkan kebakaran di lahan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak