- Ketua Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko menyatakan konsumsi daging ayam dan telur nasional masih terendah di ASEAN.
- Singgih meminta pemerintah menyelesaikan masalah harga jagung agar biaya produksi peternak dan harga jual turun.
- Kemenkop membidik Koperasi Desa Merah Putih menjadi jalur distribusi untuk memperluas pemasaran hasil peternakan rakyat.
Ia menjelaskan, pembangunan fisik Kopdes Merah Putih yang tengah berlangsung di berbagai daerah diharapkan dapat disinergikan dengan keberadaan peternak lokal.
Setelah kegiatan bisnis koperasi berjalan, peternak diharapkan dapat bergabung dan memasarkan hasil produksinya melalui jaringan koperasi di wilayah masing-masing.
"Nanti kalau sudah berjalan bisnisnya, peternak-peternak bisa masuk ke dalam Koperasi Merah Putih dan hasil peternakannya berupa ayam maupun telur bisa dipasarkan langsung ke wilayah Koperasi Merah Putih sekitar," katanya.
Skema tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi peternak sekaligus mendekatkan distribusi ayam dan telur kepada masyarakat.
Baca Juga:Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat
Meski demikian, keberhasilan model pemasaran ini akan bergantung pada kesiapan operasional koperasi, kemampuan menyerap hasil produksi peternak, serta mekanisme penetapan harga yang menguntungkan produsen tanpa membebani konsumen.
Dengan demikian, penguatan jaringan pemasaran melalui koperasi perlu berjalan beriringan dengan upaya menekan biaya produksi agar peternak memperoleh kepastian pasar dan masyarakat bisa mendapatkan ayam serta telur dengan harga terjangkau.
Kontributor : Putu Ayu Palupi