- Sebanyak 25 mahasiswa Boven Digoel menerima bantuan pendidikan vokasi perkebunan untuk membangun daerah asal.
- Program D3 selama tiga tahun membekali mahasiswa dengan keterampilan budidaya sesuai standar kompetensi industri perkebunan.
- Lulusan diproyeksikan menjadi asisten kebun untuk memperkuat tenaga kerja lokal dan mendukung perkebunan Papua Selatan.
Direktur SDM dan Umum PT Agrinas Palma Nusantara, Erry Herman, mengatakan program beasiswa tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja lokal untuk mendukung pengembangan perkebunan di Papua Selatan.
Penjaringan penerima dilakukan dengan mendatangi kampung-kampung di wilayah sasaran selama sekitar satu pekan.
Skema pendidikan vokasi ini dirancang berjalan selama tiga tahun, meliputi studi di Politeknik LPP Yogyakarta pada tahun pertama. Kemudian dilanjutkan di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan pada tahun kedua, serta ditutup dengan program on the job training (OJT).
"Untuk arah setelah mereka lulus, mereka akan ditempatkan sebagai asisten," kata Erry.
Baca Juga:Demo di DPRD DIY Berakhir Ricuh, Mahasiswa yang Diamankan Diantar Pulang Polisi Dini Hari
Ditambahkan Erry, pihaknya membuka peluang merekrut peserta tambahan pada periode berikutnya, terutama dari Boven Digoel, Mappi, dan Merauke.