- Jaringan Orang Muda Indonesia di Yogyakarta mengkritik keras penunjukan Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo menjelang COP31 di Turki.
- Generasi muda mendesak pemerintah menghentikan industri ekstraktif perusak lingkungan serta menolak solusi palsu yang memperpanjang energi fosil.
- Aliansi pemuda menuntut pelibatan aktif dalam kebijakan iklim demi menyelamatkan keselamatan masyarakat serta masa depan generasi mendatang.
"Persoalan tersebut juga menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan, ruang hidup, dan masa depan generasi berikutnya," ungkapnya.
Jaringan Orang Muda Indonesia itu pun mendesak keadilan iklim tidak hanya diwujudkan tanpa keadilan sosial, perlindungan hak asasi manusia, dan demokrasi yang membuka ruang partisipasi rakyat, termasuk generasi muda. Terlebih mereka tidak ingin terus menanggung akibat keputusan yang dibuat tanpa melibatkan suara mereka.
"Masa depan bukan hadiah yang kami tunggu, melainkan hak hidup yang kami perjuangkan."
Sementara itu perwakilan anak muda dari Jawa Barat, Riza Ihda Awanisa, menyatakan persoalan sosial-politik yang berdampak pada perubahan tata kota dan kerusakan lingkungan di Kota Bandung sangat mereka khawatirkan. Sebut saja arah pembangunan yang menurutnya perlu mendapat perhatian lebih serius.
Baca Juga:Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
"Sebagian anak muda lebih banyak mengikuti isu yang sedang viral di media sosial dibandingkan memahami persoalan iklim dan lingkungan secara lebih mendalam," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi