"Pokoknya, Bu, pindah aja. Bukan pemerintah. Anak saya sendiri. Tapi kalau pemerintah mau ngasih ya mau. Di mana aja mau. Gitu," ujar Pailah.
Saat Suara.com datang ke rumahnya, terlihat barang-barang seperti televisi, kulkas, bantal, kasur, dan pakaian masih menumpuk di ruang tamu dan beberapa ruang lain.
Kondisi yang sama juga terlihat di beberapa rumah sekitar. Hanya satu rumah yang kini telah dikosongkan.
Hingga berita ini ditulis, BPBD Bantul maupun DIY belum memastikan kemungkinan dilakukannya relokasi warga. Dua KK diungsikan, sementara yang lain mengungsi mandiri.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Bantul Irawan mengatakan masih perlu kajian untuk menetapkan radius aman atau tidak aman untuk warga sekitar dan perlunya dilakukan relokasi total.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi mengatakan relokasi warga perlu dipertimbangkan.
"Kalau permintaan dari mereka belum ada. Tapi kalau melihat kondisi seperti itu mungkin ke depan perlu pertimbangan untuk dilakukan," ujar dia.
Kontributor : Sri Handayani
Baca Juga: Kasus Pembajakan Mobil Tangki BBM ke Kantor Jokowi Bertambah Jadi 10 Orang
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja
-
Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan