"Deal Rp 750 ribu. Saya nangis waktu itu," kata dia.
Keduanya lalu bertukar cerita. Mendengar kisah Slamet, perempuan asal Godean itu bersedia membayar uang muka 50 persen dan meminta Slamet pulang menemui istrinya.
"Jadi pagi saya dapat pesanan, sekitar jam 12.00 saya pulang," ujar Slamet.
Istri Slamet terkejut melihat kedatangannya. Siang itu juga, Slamet memboyong istri dan anaknya yang masih balita ke Yogyakarta. Kini, Slamet telah sekitar 18 tahun tinggal di Kota Budaya. Bersama para perupa Yogyakarta, ia sempat membuat Sanggar Arundaya. "Tapi masih berupa WA Group," kata dia.
Slamet menyenangi lukisan-lukisan realis. Namun, sesekali ia juga membuat lukisan ekspresionis maupun abstrak. Lukisan-lukisannya bernilai hingga Rp 50-60 juta. Banyak pembelinya berasal dari kalangan kolektor. Ia biasanya menyertakan sertifikat sebagai tanda keotentikan karyanya.
Slamet juga sering membuat lukisan berbau kebudayaan Indonesia dan lukisan bertema relijius. Karya paling berkesan adalah lukisan Barabudhura dan Parabrahman. Keduanya menggambarkan Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Untuk lukisan bertema relijius, ia tak hanya membuat gambar alkitabiah, namun juga kaligrafi Islam.
Dimulai dari sketsa wajah di pinggir jalan, kini ribuan karya Slamet telah tersebar di seluruh Indonesia. Dari kegiatan melukis pula, ia membangun jaringan di Yogyakarta.
Kontributor : Sri Handayani
Baca Juga: Taklukan Ranking 12 Dunia, Kevin / Marcus Perpanjang Superioritas
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Pelukis di Yogyakarta Ditolak Ngontrak Rumah karena Bukan Muslim
-
Salib Dipotong hingga Tolak Sedekah Laut, 4 Kasus Intoleransi di Yogyakarta
-
Melawan Hukum, Bupati Bantul Minta Aturan Larang Pendatang Nonmuslim Diubah
-
Kasus Slamet, Warga Kleret Khilaf Larang Pendatang Beda Agama Bermukim
-
Slamet Jumiarto Ditolak sebab Bukan Muslim, Setara: Stop Eksklusi Minoritas
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi