SuaraJogja.id - Aparat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap dua orang berinsial F dan AM lantaran dianggap terlibat dalam kasus terorisme. Keduanya dibekuk di Kampung Prawirodirdjan RT 43 RW 13, Gondomanan, Yogyakarta pada Sabtu (13/4/2019).
Menurut tetangga AM, Nanik, kejadian penangkapan itu terjadi pukul 09.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam proses penangkapan, kata dia, AM mendapatkan pemukulan dari petugas karena berusaha melawan.
"Pukul 09.00 WIB dia ditangkap polisi. Dipala (dipukul), dia (AM) ngelawan. Aku enggak tahu, aku baru beli air mineral," kata Nanik ketika ditemui di rumahnya, Minggu (14/04/2019).
Menurut Nanik, ketika ditangkap, AM baru saja selesai menunaikan salat Duha. Temannya, F, yang juga ditangkap, menunggu AM di serambi.
Polisi datang mengenakan baju preman. Mereka masuk dan sempat terjadi perkelahian. Tak lama kemudian, AM dan F dibekuk dan dibawa masuk ke sebuah mobil.
"Enggak pakai mobil boks polisi gitu. Jadi cuma pakai mobil biasa," kata Nanik.
Kondisi sempat tenang kembali. Menurut Nanik, sebagian warga sempat mengira yang ditangkap adalah bandar narkoba. Tak lama setelah kejadian itu, sekitar pukul 11.30 WIB, polisi kembali datang dengan jumlah lebih banyak. Nanik memperkirakan jumlahnya sekitar 150 orang yang sebagian besar berkaos dan celana hitam.
Tetangga sekaligus pemilik rumah yang ditinggali AM, Siti Walidah alias Bu Suyat, mengatakan jumlah polisi tak mencapai 100 orang. Sebagian mengaku dari Densus 88. Ada pula tentara dan intel.
Polisi mengepung seluruh jalan masuk dan keluar menuju rumah AM. Mereka masuk ke rumah AM dan menggeledah seisi rumah tersebut. Menurut keterangan Ibu AM, yaitu Q, polisi membawa dua unit telepon genggam miliknya dan satu unit milik istri AM, yakni TE.
Baca Juga: Gagal Total Jalani Microblading, Perempuan Ini Jadi Punya 4 Alis
Polisi membawa istri AM (TE), adik AM (N), dan anaknya yang masih berusia 4 tahun (A). Istri AM mengaku dibawa ke Kantor Kepolisian Daerah (Polda) DIY diperiksa. Ia dimintai sejumlah keterangan. Sekitar pukul 17.00 WIB, TE, N, dan A kembali ke rumah.
Kontributor : Sri Handayani
Berita Terkait
-
Densus 88 Tangkap 2 Orang di Yogya, CCTV Diminta untuk Dimatikan
-
Di Hadapan Amien Rais, Prabowo Gebrak-gebrak Meja
-
Prabowo Orasi: Ibu Pertiwi Diperkosa, Elite-elite Jakarta Bajingan
-
Nisan Salib di Jogja Dibakar, Ahli Waris: Orang Meninggal Masih Diganggu
-
Nisan Salib Pemakaman Bethesda Jogja Dirusak dan Dibakar Orang Misterius
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran