SuaraJogja.id - Pihak kepolisian sempat kesulitan dalam mengidentifikasi mayat Warga Negara Asing (WNA) Joao Bosco Batista yang ditemukan tewas di Cemoro Sewu, Magetan Jawa Timur pada 14 Juli lalu. Sebab tubuh mahasiswa salah satu kampus swasta di Yogyakarta itu sudah tidak utuh.
Joao Bosco dinyatakan hilang pada 2 Juli 2019, kemudian korban baru diketemukan pada 14 Juli 2019. Diperkirakan sebelum ditemukan warga, korban yang diduga dibunuh teman-teman senegaranya tersebut juga sudah meninggal lama.
"Kalau lihat kondisi mayat tidak utuh, sudah meninggal lama. Identifikasi pun susah karena sidik jarinya sudah tipis dan beberapa organ tubuh hilang," papar Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo di Polda DIY, Jumat (26/7/2019).
Menurut Hadi, kerusakan organ tubuh juga sempat menyulitkan pihak kepolisian dalam menangkap tersangka.
Namun setelah merunut Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, sejumlah nama sudah dikantongi polisi selain satu orang yang sudah tertangkap pada 18 Juli 2019 lalu.
Alat bukti berupa pakaian korban dan mobil rental yang dipakai membawa mayat korban pun sudah diamankan polisi. Dari barang bukti dan satu tersangka yang sudah ditangkap, polisi tengah mendalami kasus tersebut untuk segera menangkap pelaku lain.
"Namun kami belum bisa menyebutkan nama-nama tersangka lain karena masih dalam penyelidikan dan penyidikan. Ditakutkan bila disebutkan nanti malah menghilangkan barang bukti," jelasnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Bikin Geger! 15 Siswi SMKN 4 Yogyakarta Kesurupan Saat Ikut MOS
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah