Kepala MTS An Nur, Subakir. [Suara.com/Julianto]
Berdasarkan keterangan yang diperolehnya, korban muntah bukan karena terlibat 'perkelahian'. Karena berdasarkan penuturan nenek korban, korban sangat sering muntah tanpa sebab yang jelas.
"Pekan lalu, yang bersangkutan juga sempat diperiksakan ke dokter karena suatu penyakit, namun jenis penyakitnya apa, saya tidak mengetahuinya secara pasti," tambahnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Siswa MTS Tewas Usai Bercanda dengan Temannya di Kelas
-
Aksi Emak-emak di Sleman, Kenang Masa SD Lewat Lomba SKJ Jadoel
-
Ditolak UGM, Ustaz Abdul Somad Jadi Pembicara Seminar di UII
-
Dilarang Keraton Yogyakarta, Muslim United Klaim Acaranya Dapat Izin Polisi
-
Wapres JK Sampaikan Kuliah Kebangsaan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Dorong Sport Tourism ke Panggung Dunia
-
BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku