Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 07 November 2019 | 21:03 WIB
Kapolsek Bulaksumur Kompol Sugiyarto saat ditemui pada Kamis (7/11/2019) - (SUARA/Baktora)

SuaraJogja.id - Polsek Bulaksumur memberikan respons terhadap viral-nya kejadian klitih yang disebut-sebut terjadi di dekat UGM, Jalan Prof Dr Sardjito, Padukuhan Blimbingsari, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Kapolsek Bulaksumur Kompol Sugiyarto mengatakan, belum ada laporan yang dia terima terkait penyerangan tersebut.

"Hingga saat ini belum ada laporan apa pun terkait kejadian klitih yang ada di jalan Prof Dr Sardjito. Jika memang ada kejadian tersebut, seharusnya korban segera melapor," jelasnya saat ditemui SuaraJogja.id, Kamis (7/11/2019).

Sugiyarto kemudian malah menduga bahwa korban memang sengaja tak akan melaporkan kejadian yang dia alami.

"Bisa saja dia merasa tidak perlu dilaporkan karena pertimbangan tertentu. Atau bisa saja ini masih sebatas isu," terangnya.

Ia menambahkan, kawasan Blimbingsari kerap dilintasi banyak pengendara dan tak menampik bahwa kawasan tersebut bisa jadi lokasi tindak kejahatan saat sepi.

Lebih lanjut, ia telah melakukan program Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di Kecamatan Depok. Hal itu sesuai arahan polres Sleman untuk menangani sejumlah tindak kejahatan di kecamatan setempat.

Sebelumnya dikabarkan terjadi klitih pada Minggu (3/11/2019), yang memakan korban. Kabar klitih di dekat UGM itu viral di beberapa media sosial, salah satunya Twitter. Unggahan tersebut dibagikan oleh akun @Budidanluhur, yang mengaku diserang orang tak dikenal dengan senjata tajam pada pukul 02.30 WIB. 

Sementara itu, Sleman sendiri disebut sebagai kabupaten/kota yang paling rawan terjadi tindak kejahatan di DIY, sementara Depok menjadi kecamatan yang dinilai paling rawan.