SuaraJogja.id - Kejadian tak mengenakkan dialami seorang warga Yogyakarta ketika tengah menikmati waktu bersantai dengan temannya di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Rabu (11/12/2019) malam. Ia dan temannya dilecehkan seorang pria yang sengaja memamerkan alat vital di tempat umum, atau dikenal dengan ekshibisionis.
Peristiwa ini diceritakan korban, yang adalah seorang perempuan berinisial AA (23), di Twitter. Melalui utas yang dibagikannya, AA mengungkapkan kejadian tersebut sembari memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap pelecehan seksual ekshibisionis.
"Hati-Hati Pelecehan Seksual "Ekshibisionis". 11/12/19. Alun-Alun Utara Yogyakarta. Temen-temen mungkin pernah mengalaminya, tapi tidak berani speak up atau malu untuk bercerita/melawan. Baru saja malam tadi saya dan teman saya menikmati suasana Jogja di Alun-Alun Utara," tulis AA.
Awalnya, ungkap AA, ia dan temannya, yang juga perempuan, sedang duduk sambil mengobrol di tengah lapangan di depan Keraton Yogyakarta. Kemudian seorang pria tiba-tiba berjalan mendekat, lalu berhenti tak jauh dari AA dan temannya sambil berdiri memandangi mereka berdua.
Tak lama kemudian, pria itu mengeluarkan kemaluannya dan melakukan masturbasi di bawah jaket yang ia pakai. Menyaksikan hal tersebut, AA langsung menelepon Polres Jogja sembari mengawasi pelaku supaya tidak kabur.
Begitu empat petugas kepolisian datang ke lokasi, kata AA, pelaku panik dan mengubah posisi tangannya ke dalam jaket. Polisi pun mengatakan akan mengondisikan pelaku dengan cara yang tidak mengundang perhatian banyak orang.
Namun, sebelum polisi bertindak, pelaku sudah terlebih dahulu pergi meninggalkan lapangan, sehingga AA dan temannya bertanya-tanya dengan sikap polisi dalam menangani pelecehan seksual yang menimpa mereka.
"Pelaku tersebut pergi keluar dari lapangan. Dan beberapa menit kemudian petugas kembali ke pada kami dan bertanya, "Sekarang maunya gimana mbak?" Seketika saya bingung, lah pelakunya pergi," jelas AA.
AA sempat berharap, polisi segera menangkap pelaku dan memberinya efek jera, tetapi yang terjadi sebaliknya, menurut AA, tindakan polisi sangat santai, tak sesuai harapan, dan kini justru membuat AA makin kahwatir.
Baca Juga: Emak-emak Pelaku Gendam Diciduk Polisi Usai Fotonya Tersebar di Medsos
"Ini yang membuat saya heran, pelaku dibiarkan pergi. Padahal kondisi kami jelas takut, semalam teman saya langsung gemetar, takut, pusing, dan mual," kata AA saat dihubungi SuaraJogja.id, Kamis (12/12/2019).
"Pelaku bisa dendam dan melakukan aksi lain kalau sampai lihat kami lagi," lanjutnya.
Di samping itu, AA, sebagai seorang aktivis pariwisata di Jogja, juga mengkahwatirkan keselamatan warga Jogja dan pengunjung yang berwisata ke Jogja.
"Itu sudah merusak citra kota pariwisata Jogja ini juga," ujarnya.
Saat ini AA berharap, polisi menjelaskan cara melapor yang lebih baik jika kejadian serupa terulang dan segera ditangani polisi.
"Saya pengin dapat penjelasan dari aparat untuk memberikan edukasi pada masyarakat cara pelaporan yang lebih bijaknya seperti apa ke depannya kalau semisal ada kejadian hal yang sama lagi. Lalu tindakan apa yang akan dilakukan aparat," kata AA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat