SuaraJogja.id - Kepolisian Sektor (Polsek) Mlati Kabupaten Sleman meringkus satu pelaku penganiayaan yang menyebabkan salah seorang korban mengalami koma selama satu bulan, di Mapolsek Mlati, Senin (6/1/2020). Penganiayaan tersebut dilakukan dua pelaku, tetapi polisi baru menangkap satu berinisial YW (25), sedangkan satu pelaku lainnya, DR (17), masih dalam pencarian dan masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Nur Dwi Cahyanto membeberkan kronologi penganiayaan. Kejadian bermula saat kedua pelaku mencabut beberapa atribut berupa bendera tim suporter bola di Jalan Magelang, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, 15 Juni tahun lalu.
"Kejadian penganiayaan terjadi pada pukul 23.30 WIB tepatnya di atas jembatan Selokan Mataram. Jadi setelah dua pelaku ini mencabut atribut tim sepak bola di Jalan Magelang, Sleman, mereka kembali dulu ke tempat nongkrong di daerah Jatimulyo, Yogyakarta. Selang satu jam mereka berdua keluar lagi mengendarai motor dan melintasi jembatan Selokan Mataram. Korban bernama Nur Budi Wibowo sedang berada di pinggir lokasi tersebut, pelaku DR melihat korban dan sempat bertanya, "Mas kamu PSS atau PSIM?" Korban menjawab, "Kamu bukannya rasta kan?" Selanjutnya pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban tepat di bagian perut," kata Cahyanto saat menggelar konferensi pers.
Kedua pelaku, lanjut Cahyanto, memang dalam keadaan mabuk. Mereka sengaja mencari orang untuk dijadikan sasaran penganiayaan setelah berkumpul bersama teman-temannya.
Baca Juga: Detik-detik Ruko Alfamart Roboh, Terdengar Gemuruh di Atap
"Motifnya memang mencari sasaran (korban) di sekitar wilayah tersebut. Jadi ada aksi saling mencopot atribut dan pelaku ini membalas mencopot atribut tim sepak bola lain," jelas Cahyanto.
Penangkapan sendiri dilakukan pada 30 Desember 2019. Pelaku berinisial YW ditangkap di rumahnya daerah Tirtoadi. Namun satu pelaku lainnya belum tertangkap.
"Pelaku berinisial YW ini yang baru kami tangkap. Pelaku ini bertindak sebagai jongki. Sedangkan yang melakukan penusukan adalah DR, pelaku ini masuk daftar DPO. Kami masih mengejar satu pelaku ini," terang dia.
Cahyanto menyebutkan, senjata tajam yang digunakan untuk menusuk berupa pisau belati sepanjang lebih kurang 25 sentimeter. Namun barang tersebut masih dalam pencarian.
"Alat yang digunakan berupa pisau belati, tapi kami baru mengamankan dua barang bukti, yakni jaket hitam dan sepeda motor yang digunakan para pelaku," terangnya.
Baca Juga: Bangunan SDN Bogor Roboh Akibat Hujan Deras, Ratusan Murid Belum Bersekolah
Kondisi korban saat ini sudah mulai sadar. Menurut Cahyanto, meski sudah sadar, korban masih menjalani perawatan intensif.
Berita Terkait
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
-
Dibayangi Degradasi, Pieter Huistra Bisa Selamatkan Nasib PSS Sleman?
-
Hasil BRI Liga 1: Drama 5 Gol, Persis Solo Kalahkan PSS Sleman
-
Terima Tantangan Persis Solo, PSS Sleman Ingin Beri Jamuan Mimpi Buruk
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi