SuaraJogja.id - Warga Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul digegerkan aksi Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Bag, warga Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul terhadap APA (23), istrinya, Senin (6/1/2020) malam.
Pada sekitar pukul 18.30 WIB, Bag mendatangi rumah mertuanya untuk menemui APA (23), sang istri. Setibanya di lokasi, Bag memanggil APA, tetapi APA enggan menemuinya. Namun setelah lama dibujuk, APA pun luluh dan bertemu sang suami, yang mulai tersulut emosi.
Belakangan diketahui, Bag dan APA sedang dalam proses perceraian. Saat bertemu, bukannya membuat suasana menjadi tenang, pasutri yang di ambang perceraian itu malah terlibat pertengkaran. Orang tua APA pun tak tinggal diam, hendak merelai pertengkaran anak dan menantunya.
Namun, Bag terlanjur marah. Kemudian ia mengeluarkan sebilah golok yang dibawanya lalu mengancam membunuh APA dan keluarganya. Setelah itu, Bag kembali menyimpan goloknya, lantas menarik APA dan menghantamkan kepalanya ke kepala APA hingga terjatuh.
Melihat perlakuan si menantu, orang tua APA beteriak meminta tolong. Pardi (49) dan warga lainnya yang mendengar teriakan itu pun langsung mendatangi lokasi kejadian. Melihat Bag memiliki golok, Pardi langsung mengambilnya, dan warga lainnya berusaha mengamankan Bag. Namun, Bag berhasil kabur melarikan diri.
"Saat diamankan warga lainnya, Bag ternyata bisa kabur dan lari ke arah timur menuju ladang hutan-hutan," kata Pardi, Selasa (7/1/2020), dikutip dari HarianJogja.com -- jaringan Suara.com.
Melihat kejadian itu, Pardi lantas menghubungi tokoh masyarakat dan perangkat desa. Warga yang terlanjur geram dengan kelakuan Bag lalu mencarinya ke arah ia kabur. Namun, hingga tengah malam, warga tidak menemukannya.
"Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, warga juga tidak terima kalau ada warga lain di sini yang terancam," ungkap Pardi.
Ratno Bayu, Kepala Dukuh orang tua APA tinggal, menjelaskan bahwa APA merupakan warganya. Namun saat menikah, APA ikut tinggal di domisili suaminya. Ia menuturkan, APA diketahui pulang ke rumah orang tuanya karena sudah pisah ranjang dari suami. Kini pihak keluarga tidak terima dengan perlakuan Bad dan berencana melaporkan kasus itu ke pihak berwajib.
Baca Juga: Menag Fachrul Razi: Kereta Mekah yang Bangun China, Islam Tak Anti Aseng
"Pihak kepolisian dari Polsek Paliyan juga sudah datang tadi malam, dan keluarga akan berencana melapor," kata Ratno.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Paliyan AKP Edy Purnomo mengungkapkan, baik APA dan Bag sudah datang ke Mapolsek Paliyan. Mereka diketahui akan melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Kejadian semalam itu masalah keluarga dan sudah ada di sini untuk mediasi," ucap Edy.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Rapor Merah Libur Lebaran, Wisatawan Kabur dari Bantul, Kunjungan Anjlok 36 Persen!
-
Rekayasa Lalu Lintas Situasional Diterapkan di Jogja: Waspada 75 Ribu Kendaraan Arus Balik Hari Ini!
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Viral! Google Maps Sesatkan Pemudik Lebaran ke Jalan Sawah, Arus Balik Mencekam di Tengah Padi
-
5 Tips Agar Tiket Jambi Jakarta Bisa Lebih Menguntungkan