SuaraJogja.id - Pemilik UD Sakinah, Indriyana Fatmawati dan M Wahyudi, tak hanya berbisnis sembako yang disuplai ke sejumlah hotel berbintang. Sebelumnya, pasangan suami istri yang diduga melakukan penipuan lewat investasi bodong ini, memulai usahanya dengan membuka angkringan dan menjual rambak kulit di Padukuhan Sempu, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.
"Mereka datang ke ke Sempu ini sekitar 2009, tapi masih mengontrak. Warga yang mengaku dari Boyolali ini membuka usaha angkringan pada awalnya. Namun karena kurang lancar, mereka membuka usaha lagi menjual kerupuk rambak," terang ketua RW 24 Sempu Suratmin (55) kepada SuaraJogja.id, Jumat (24/1/2020).
Pihaknya menjelaskan, hampir tujuh tahun Iin dan Yudi membuka usaha tersebut di Sempu. Namun, memasuki awal tahun 2016, mereka mengubah lagi usahanya ke bidang sembako.
"Jadi pada 2016 itu ibu Iin membeli rumah milik Pak Arman [pemilik rumah yang ditempati Iin dan Yudi di RT 1]. Tidak hanya rumah, tanah yang ada di utaranya juga dibeli. Awalnya toko sembako, lalu makin berkembang dan menyuplai sembako ke sejumlah hotel pada 2016 itu, usahanya lancar. Bahkan usaha sembako ini yang paling sukses," kata dia.
Suratmin menuturkan, dengan suksesnya usaha tersebut, Indriyana kerap membagi-bagikan dan menyuplai makanan saat tahlilan di kampung setempat hingga kegiatan salat Jumat.
"Dia ini sangat baik dan pergaulan dengan warga juga baik. Beberapa kegiatan Ibu Iin juga memberi konsumsi secara cuma-cuma untuk masjid dan kegiatan warga Sempu," katanya.
Suratmin pun tak menyangka, Iin dan suami malah membawa kabur uang milik investor serta tabungan kampung yang dipinjam untuk mengembangkan usaha sembako itu.
"Kami juga kaget Ibu Iin berbuat demikian [dugaan penipuan]. Pasalnya, kesehariannya juga tidak aneh-aneh. Tiap hari juga bisnisnya tetap berjalan dan tak ada yang mencurigakan," terangnya
Korban sekaligus tetangga yang dekat dengan Indriyana, Nana Cholidah (51), menerangkan, pihaknya mengunjungi toko serta usaha UD Sakinah setiap hari. Ia menyebut, usaha itu memang sudah terpercaya di beberapa hotel rekanannya.
Baca Juga: Makin Menua, Maman Tak Masalah meski Persija Terus Gonjot Latihan Fisik
"Saya ini dekat dengan Iin, biasa berkomunikasi terhadap bisnisnya. Selain itu, relasi dengan hotel-hotel juga bagus. Saya pernah mengecek ke beberapa hotel, memang kinerja UD Sakinah ini sangat baik," katanya.
Pihaknya menambahkan, karena banyak hotel yang percaya dengan UD Sakinah, Nana menjadi yakin untuk berinvestasi ke dalam usaha yang berkembang lewat berbagai event itu, seperti pernikahan, seminar, dan diklat di hotel-hotel.
"Dia memang menyuplai sembako secara reguler [tiap hari] ke 20 rekanan hotelnya, tapi setelah kami tanyai ke hotel bahwa ada kerja sama berbentuk event seminar, pihak hotel membantah. UD Sakinah tak pernah menyuplai sembako untuk acara pernikahan atau seminar di hotel-hotel itu," keluh Nana.
Diberitakan sebelumnya, dugaan investasi bodong kembali memakan korban di Sleman. Usaha yang diketahui bernama UD Sakinah dikabarkan membawa kabur uang ratusan juga hingga miliaran rupiah milik investor. Bahkan, warga Padukuhan Sempu, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman juga menjadi korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius