SuaraJogja.id - Memanfaatkan momen tanggal cantik, sejumlah pasangan melangsungkan pernikahan di hari ini ini, Minggu (2/2/2020).
Salah satunya seperti yang dilakukan Dewi Lestariningsih warga Padukuhan Putat Wetan Desa Putat Kecamatan Patuk yang dipersunting oleh Panji Handoyo warga Pakel Desa Hargosari Kecamatan Tanjungsari. Selain itu ada pula pasangan Ns Rosi Fahmilia warga Plosokerep Desa Bunder Kecamatan Patuk yang menikah dengan Moh Rosyid Heru Pramudianto warga Sidoarjo Jawa Timur.
Ibu dari Rosi Fahmilia, Alfimi Margoruti menuturkan, anaknya memang menginginkan menikah di hari ini. Karena menganggap jika tanggal 2 Februari 2020 tersebut merupakan tanggal yang cantik 02-02-2020 di mana jika di bolak-balik atau dibaca dari depan dan belakang urutan angkanya tetap sama.
"Ndak tahu mas. Itu katanya karena tanggalnya cantik,"ujarnya, Minggu (2/2/2020).
Meskipun sebenarnya di Gunungkidul saat ini masih berpegang teguh pada hari baik di mana biasanya hari baik tersebut dihitung oleh Tetua Kampung ataupun tokoh adat, namun Alfimi mengaku tidak bisa menolak keinginan anaknya tersebut. Iapun mendukung keputusan anaknya untuk menikah di hari yang dianggap tanggalnya cantik.
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Aidi Johansyah menuturkan, selain dua pasangan asal Kecamatan Patuk tersebut, ia mengakui jika banyak pasangan yang menikah di tanggal 2 Februari 2020 ini. Karena masyarakat menganggap jika tanggal tersebut adalah tanggal cantik.
"Memang banyak yang ingin menikah di tanggal cantik ini. Meningkat dibanding hari biasa," ujarnya.
Dari data yang ia miliki, pasangan yang menikah pada hari Minggu ini ada sebanyak 34 pasang. Pernikahan terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Wonosari di mana ada 9 pasangan yang menikah di hari Minggu ini.
Dari data yang ada di kantor Kemenag, di Kecamatan Karangmojo ada 2 pasangan, Gedangsari ada 1 pasangan, Ngawen ada 5 pasangan, Semanu ada 2 pasangan, Saptosari 1 pasangan, Tepus 2 pasangan, Purwosari yang menikah hari ini ada 2 pasangan, Patuk ada 2 pasangan, Panggang 1 pasangan, wonosari ada 9 pasangan, Ponjong 4 pasangan, Playen 3 pasangan dan Semin 1 pasangan.
Baca Juga: Dinkes Gunungkidul Ingatkan Serangan DBD Rawan Meningkat hingga April
"Di tiga kecamatan yang tidak ada pasangan yang menikah masing-masing Paliyan, Girisubo, Tanjungsari dan Nglipar," terangnya.
Berita Terkait
-
Dinkes Gunungkidul Ingatkan Serangan DBD Rawan Meningkat hingga April
-
Status Tak Jelas, Warga Asli Dugo Tolak Keberadaan Huntap Desaku Impianku
-
Terbengkalai, Puluhan Penghuni Miskin Huntap Dugo Terancam Tak Punya Rumah
-
Lagi, Seorang Warga Gunungkidul Positif Antraks
-
Gunungkidul Kewalahan Tangani Sapi Mati Mendadak
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas
-
Kas Daerah DIY Seret, Pemda Bidik Parkir hingga Penunggak Pajak jadi Sumber Pajak Baru