SuaraJogja.id - Ijazah ratusan lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) belum turun kendati para mahasiswa sudah diwisuda. Akibatnya, sejumlah lulusan gagal melamar kerja.
Seperti dituturkan oleh alumnus UIN Sunan Kalijaga, Yuan Kurniasandhy. Lelaki yang sebelumnya merupakan mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam angkatan 2015 itu, tercatat menjadi wisudawan pada 12 Februari 2020 setelah menyelesaikan semua persyaratan kelulusan pada sekira Desember 2019.
"Waktu saya tanya, kampus bilangnya ijazah sudah dicetak, tapi belum ditandatangani [rektor]. Karena rektor naik menjadi ketua BPIP. Tapi ijazah bisa diambil beberapa hari ke depan," ujarnya, kala dihubungi SuaraJogja.id lewat sambungan telepon, Kamis (20/2/2020).
Hanya saja, sampai hari ini, ijazah Yuan masih belum ada di tangannya. Yuan mengaku, sebetulnya sudah membutuhkan ijazah tersebut, untuk melamar pekerjaan ke sebuah instansi pemerintahan, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Akan Klarifikasi Kembali Disertasi Abdul Aziz
Ijazah tersebut dibutuhkan sebagai pelengkap persyaratan. Tetapi ketika Yuan ke kampus dan menanyakan kembali ijazahnya pihak kampus memberi kabar bahwa ijazahnya masih belum jadi.
"Akhirnya diganti dengan Surat Keterangan Kelulusan (SKL). Tapi ternyata tidak diterima, karena harus ijazah, tidak terima SKL," ungkapnya.
Kala disinggung perihal kelanjutan proses lamaran, Yuan membenarkan bahwa ia otomatis gagal mendaftar kerja di instansi tersebut.
"Kalau sekarang saya sudah enggak ngejar [memburu kampus] agar segera diselesaikan [ijazah]. Saya sudah pulang ke Bogor, saya menunggu kabar dari kampus saja," urainya.
Wakil Rektor Bidang II UIN Suka, Sahiron mengatakan, wisuda yang paling terakhir diselenggarakan UIN Suka berlangsung pada 12 Februari 2020. Namun, penandatanganan ijazah mahasiswa boleh dilakukan rektor, setelah semua syarat akademik dinyatakan lulus, yaitu pada [maksimal] 31 Januari 2020, meskipun wisuda dilaksanakan pada Februari 2020.
Baca Juga: Rektor UIN Sunan Kalijaga Menyayangkan Adanya Teror Kepada Keluarga Aziz
Hanya saja persoalan yang muncul saat ini adalah Prof. Yudian Wahyudi, selaku rektor UIN Suka dilantik sebagai kepala BPIP pada 5 Februari 2020.
Berita Terkait
-
Pelantikan Ormawa FADIB UIN SUKA: Harapan untuk Kepengurusan yang Baru
-
MK Hapus Presidential Threshold! Siapa 4 Mahasiswa di Balik Gugatan Bersejarah Ini?
-
Benarkah Gus Miftah Lulusan UIN Sunan Kalijaga? Ini Penjelasannya
-
Gus Miftah Kuliah di Mana? Riwayat Pendidikannya Dikuliti Usai Viral Olok-olok Penjual Es Teh
-
Yudian Wahyudi Lulusan Mana? Kepala BPIP yang Banjir Kritik Imbas Paskibraka Lepas Jilbab
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan