Taochid Purnomo Hadi, Project Manager Proyek Pembangunan YIA saat menemui awak media, Selasa (3/3/2020). [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]
“Jadi dari Dinas itu yang memilih siapa yang layak berjualan di bandara ini, mulai dari packagingnya seperti apa hingga dagangannya seperti apa, Dinas yang mengatur, terus kemudian nanti akan dimasukkan ke dalam satu area itu,” ujarnya.
Diharapkan, dengan adanya ruang UMKM ini bisa meningkatkan pemasukan dari segi bisnis tidak semata-mata untuk tampilan saja.
Menurut Taochid, galeri UMKM di bandara YIA ini direncanakan sudah akan pada tanggal 29 Maret 2020, bersamaan dengan dibukanya operasional bandara.
Produk UMKM yang ada di bandara nantinya akan dipilih yang memiliki karakter Yogyakarta dan legalitas.
Tidak menutup kemungkinan, UMKM di luar DIY seperti Purworejo, Klaten, dan Magelang juga bisa dijual di Pasar Kotagede Bandara YIA.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan