SuaraJogja.id - Kepolisian Sektor (Polsek) Ngemplak berhasil meringkus enam remaja yang meresahkan warga di Dusun Degolan, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Selasa (17/3/2020). Satu di antara remaja tersebut dijadikan tersangka karena terbukti membawa senjata tajam (sajam).
Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Hari Tulasmi membeberkan, enam remaja terciduk dalam keadaan mabuk dan sempat membuat kegaduhan hingga menimbulkan keresahan warga.
"Keenam remaja ini digelandang ke polsek untuk dimintai keterangan. Satu orang berinisial SP (20) sudah ditetapkan sebagai tersangka karena membawa sajam. Lima temannya masih sebatas saksi. Mereka juga membuat kegaduhan di sekitar rumah warga," kata Wiwik, dikonfirmasi wartawan, Selasa.
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat enam remaja itu tengah membuat gaduh suasana Degolan. Sekitar pukul 02.30 WIB, Senin (16/3/2020), warga melaporkan aksi para remaja tersebut .
"Menanggapi laporan warga, petugas Polsek Ngemplak langsung mengecek lokasi. Setelah dicari, enam remaja ini tengah mabuk dengan menenggak anggur merah di salah satu warung makan 24 jam," kata dia.
Pemeriksaan enam orang remaja dilakukan hingga mengerucut pada SP. Setelah melakukan penggeledahan, sebuah senjata tajam berupa karambit dengan ciri bersarung lengkung terbuat dari kayu, dengan panjang sekitar 10 sentimeter, disita petugas. Tak hanya itu, petugas juga menemukan satu botol alkohol.
"Saat kami datang untuk menggeledah, senjata tersebut kami temukan di bawah meja warung yang disembunyikan pelaku," jelasnya.
Wiwik menambahkan, keenam remaja tersebut sejatinya hanya ingin menggelar perayaan ulang tahun salah seorang rekannya. Mereka juga tidak mengetahui bahwa SP membawa senjata tajam saat perayaan itu.
"Dari penuturan pelaku, dia ini membawa senjata tajam untuk mengamankan diri karena kerap keluar malam. Selain itu, jarak antara rumah dan tempat kerjanya jauh dan pulang selalu malam," jelas Wiwik.
Baca Juga: Fakta yang Harus Kamu Ketahui Tentang BBTKLPP Jogja, Salah Satu Lab Corona
Dengan demikian, pelaku terancam pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 atas kemepemilikan senjata tajam. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
"Tersangka sudah kami amankan dan melanggar undang-undang. Ancamannya 10 tahun penjara," ungkap Wiwik.
Berita Terkait
-
10 Pemuda yang Keliling Bawa Sajam di Jalan Magelang Diamankan Polsek Mlati
-
Diduga Aksi Klitih, ABG di Yogyakarta Ditangkap Warga karena Bawa Sajam
-
Senggolan di Jalan, Remaja di Bogor Ancam Pengemudi Mobil Pakai Celurit
-
Murka Disebut Pemalas, Suami Tebas Leher Istri hingga Nyaris Putus
-
Bayi Dalam Kardus yang Gegerkan Warga Ngemplak Kini Dirawat Dinsos DIY
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026