SuaraJogja.id - Di tengah merebaknya virus corona penyebab COVID-19, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Sleman akan dilaksanakan dengan penyesuaian situasi yang sedang berlangsung. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sleman berupaya mempersiapkan Pilkades serentak secara e-voting pada 29 Maret 2020 itu, salah satunya dengan mengupayakan untuk meminimalisasi pengumpulan massa.
"Tahapan Pilkades serentak sampai saat ini masih jalan terus. Namun dengan kondisi saat ini, di mana semua pihak sedang berupaya meminimalisasi penyebaran virus corona, maka kami juga upayakan agar Pilkades nanti juga dapat diminimalisasi pengumpulan massa pemilih," kata Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa DPMD Kabupaten Sleman Agung Endarto di Sleman, Minggu (22/3/2020).
Menurut dia, seperti dilaporkan ANTARA, saat ini tahapan Pilkades sudah pada proses memasukkan surat suara elektronik ke dalam komputer yang akan digunakan saat pemungutan suara nanti.
"Adanya wabah virus corona juga menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman karena akan ada pengumpulan massa yang cukup banyak, utamanya saat proses pemungutan suara maupun penghitungan suara," katanya.
Ia menerangkan, pihaknya terus mengikuti berbagai perkembangan yang ada, apalagi di Yogyakarta dan Sleman juga sudah ada yang dinyatakan positif terinfeksi corona.
"Itu yang kemarin kami bahas dalam evaluasi persiapan pilkades dengan anggota dewan dan instansi daerah terkait. Salah satu yang dibahas dalam evaluasi tersebut adalah mengondisikan lokasi atau tempat pemungutan suara," ujar Agung.
Beberapa solusi yang diberikan antara lain menyediakan hand sanitizer serta masker dari kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman.
"Ada juga masukan untuk menyemprotkan disinfektan di lokasi tempat pemungutan suara (TPS). Selain itu, petugas yang ada di TPS rencana akan dilakukan cek kesehatan juga. Namun itu baru usulan yang nanti juga masih akan dibahas lagi," katanya.
Yang paling dicermati saat ini, kata Agung, adalah mencari tahu cara supaya saat proses pemungutan suara tidak terjadi penumpukan masyarakat. Langkah yang diambil adalah melakukan koordinasi dengan petugas di lapangan supaya bisa membagi waktu pemilihan.
Baca Juga: Jadi RS Darurat Corona, Wisma Atlet Kemayoran Siap Beroperasi Senin Besok
"Rencananya sementara ini dibuat agar tidak menumpuk. Kami akan berkoordinasi dengan desa yang nantinya dilanjutkan kepada petugas di lapangan agar bisa menginformasikan kepada masyarakat supaya nanti juga dibuatkan jadwal atau rencana waktu agar tidak menumpuk," jelas Agung.
Pilkades e-voting di Sleman akan diikuti serentak oleh 49 desa dengan 1.102 TPS. Akan ada sekitar 444.828 pemilih yang terlibat dalam sistem pemilihan berbasis elektronik kali pertama di Sleman tersebut.
Berita Terkait
-
Trans Jogja Hanya Beroperasi Sampai Jam 7 Malam Mulai Senin Besok
-
1 PDP COVID-19 di RS Bethesda Jogja Meninggal Dunia
-
Update Pasien Corona Jogja, Hari Ini Positif Bertambah Satu
-
BREAKING NEWS: Satu Lagi Pasien di Jogja Positif Covid-19
-
Nikah Bareng Adventure Merapi Sambil Promosi Mitigasi Wabah Corona
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi