SuaraJogja.id - Hari sudah mulai siang, terlihat sopir bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) hanya berteduh di bagasi bus dari sorotan matahari di Terminal Wates, Kulon Progo. Sembari menjemur pakaian yang telah dicuci pada pintu atau kaca bus, sopir-sopir itu ditemani bantal, guling, dan gelas plastik berisi kopi yang sejajar dengan asbak rokok.
Mereka harus bertahan di tengah sepinya penumpang sebagai dampak makin meluasnya penyebaran COVID-19. Kondisi yang dialami para sopir tersebut dalam berapa hari terakhir ini memang berbanding terbalik dari beberapa bulan lalu, yang selalu mengangkut penumpang.
Sambil mengangkat pakaian keringnya, Joko, salah seorang sopir bus Murni Jaya, mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait hal ini.
"Memang hari-hari ini sangat sepi, sudah sehari bus saya parkir di terminal sini [Terminal Wates]. Hari ini saya belum dapat laporan dari agen ada penumpang atau tidak," kata Joko, ditemui SuaraJogja.id di Terminal Wates, Minggu (4/4/2020).
Kini, Joko hanya pasrah dan berserah diri. Ia berharap, virus corona cepat menghilang agar mata pencahariannya kembali normal.
Ditemui terpisah di ruangannya, salah satu penjaga agen bus Murni Jaya, Untoro, membenarkan bahwa memang jumlah penumpang menurun drastis. Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak kurang lebih 10 hari lalu, yang kemudian makin parah di seminggu terakhir.
Tentu menurunnya jumlah penumpang juga berakibat pada jumlah armada bus yang beroperasi. Ia mengatakan, sebagian PO bus menarik beberapa armadanya yang biasa mangkal di terminal karena penumpang sepi.
Murni Jaya sendiri menyisakan 14 unit bus yang masih beroperasi dari sekitar total 60 unit yang tersedia. Empat belas unit tersebut dibagi -- tujuh unit ada di jalur Wates dan tujuh lainnya Jakarta.
"Satu bus paling banyak terisi empat orang penumpang dalam satu hari. Itu dalam 10 hari terakhir, seminggu terakhir ini sudah sangat parah. Hari ini dari sini cuma ada satu orang, biasanya hari biasa berkisar 35-40 orang tiap hari semua jurusan. Penuruan hampir 90% lebih, kalau Minggu saja bisa sampai 80 orang," tutur Untoro.
Baca Juga: Menikah di Tengah Wabah Corona Pengantin dan Tamu Pakai Masker
Ia menambahkan bahwa beberapa bus sudah ada yang menginap di Terminal Wates, tidak mendapat penumpang selama lima hari. Bahkan beberapa hari yang lalu ada 17 unit yang tidak berangkat karena memang kosongnya kursi penumpang.
Pihak perusahaan sendiri masih tetap menginstruksikan untuk berjalan meskipun sebagian besar sudah berhenti. Hal tersebut yang membuat banyak sopir dirumahkan untuk sementara waktu.
Pencegahan terhadap penyebaran COVID-19 adalah salah satu faktor sopir lebih memilih berdiam di rumah untuk sementara waktu. Kalaupun sopir bus memang beroperasi, penumpang juga tidak akan sebanyak hari-hari biasa atau bahkan tidak ada sama sekali. Apalagi, penularan virus corona SARS-CoV-2 terjadi dengan sangat mudah dan cepat, sehingga masyarakat juga diimbau untuk tidak bepergian demi menekan angka penularan virus yang menyebabkan penyakit COVID-19 itu.
Kepala Seksi Pengelolaan Terminal Wates Yunarti menjelaskan, sejak isu pandemi corona, jumlah penumpang bus sudah turun. Tidak hanya PO tertentu saja, tapi semua PO mengalami penurunan jumlah penumpang.
Pihak Terminal Wates sendiri sudah berupaya melakukan penyemprotan secara teratur di area terminal, ditambah juga dengan pemeriksaan suhu tubuh kepada penumpang yang turun di terminal dan menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada semua petugas, agen, dan masyarakat yang datang ke terminal.
"Kita juga mengimbau kepada para agen-agen atau pengelola kios untuk menjaga kebersihan kiosnya. Kita beri edukasi bahwa virus ini harus kita waspadai bersama,” jelasnya
Berita Terkait
-
Omzet Terjun Bebas, Bakpia Rahmat Tetap Produksi
-
Pengusaha Batik Produksi Masker Kain, UMKM Jogja Alih Usaha karena Corona
-
Terharu! Meski Tangani Corona, Dokter Ini Sempatkan Pulang Ajari Anak Ngaji
-
Daftar Mal di Jogja yang Tutup Sementara Akibat Virus Corona
-
Dibayangi Wabah Corona, Jumlah Penumpang di Terminal Pandeglang Normal
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
-
69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa
-
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit
-
Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya