SuaraJogja.id - Salah satu rumah produksi bakpia yang cukup besar di Kabupaten Kulon Progo, Bakpia dan Winko Pak Rahmat, mengalami penurunan omzet hingga hampir lebih dari 50% karena wabah COVID-19 yang kian merebak.
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik Rahmat Sugianto di Kulon Progo ini tengah bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat wabah COVID-19. Pasalnya, omzet penjualan bakpia miliknya menurun cukup tajam.
Produksinya menurun drastis karena sepi pembeli. Jika biasanya dalam sehari UMKM ini bisa memproduksi sekitar 1.000 dus bakpia dan 12.000 biji wingko, sekarang produksinya dilakukan setiap dua hari dan paling banyak hanya 500 dus bakpia dan 4.000 wingko.
"Produksi tetap berjalan tapi sekarang hanya setengah hari. Produksi yang biasanya dilakukan setiap hari sekarang juga diganti menjadi dua hari sekali. Jumlah produksi ini dikurangi biar tidak rugi banyak," ungkap Rahmat, saat ditemui SuaraJogja.id di rumahnya, Jumat (3/4/2020).
Rumah produksinya berada di Dusun Terbah, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih. Selain menjual dua produk unggulannya -- bakpia dan wingko, toko oleh-oleh ini juga menjual aneka macam camilan tradisional. Camilan tersebut didapat dari UMKM wilayah sekitar, yang kemudian dikemas dan dilabeli "Bela Beli Kulon Progo".
Jika biasanya konsumennya semula banyak berasal dari luar daerah, semenjak wabah corona, jumlah konsumen luar daerah ikut merosot.
"Biasanya bisa sampai puluhan bahkan ratusan orang per hari, sekarang paling cuma dua atau tiga orang, dan itu juga dari lokal saja. Masih ada beberapa pesanan hajatan juga," ungkapnya.
Kendati begitu, Rahmat tak berputus asa. Pihaknya tetap membuka beberapa outlet miliknya dengan menggunakan sistem shifting pegawainya. Terlebih, ada 50 pekerja yang mengandalkan hidup kepada bisnis bakpianya ini.
Jika sebelumnya ia mengandalkan konsumen yang datang langsung ke outlet-nya, sekarang Rahmat lebih fokus menjual secara online.
Baca Juga: Real Madrid Lirik Fabian Ruiz, Agen: Banyak Klub yang Minat
"Kita tetap harus optimis, dan tetep jalan meskipun omzet turun 50% karena kasihan juga dengan pekerjanya. Walaupun hanya shift, setidaknya mereka tetap bekerja dan mendapat penghasilan dari bakpia ini," tuturnya.
Amin Sidiq (41), salah satu pembeli Bakpia dan Wingko Rahmat, mengaku sudah menjadi langganan produk bikinan Rahmat sejak dua tahun terakhir. Pria asal Godean, Sleman ini menuturkan, dari segi rasa, produk tersebut tidak ada tandingannya.
"Saya sudah coba yang lain, tapi yang ini paling mantep," ucapnya usai membeli sejumlah camilan untuk oleh-oleh di outlet Bakpia dan Wingko Rahmat, Jumat.
"Rasanya tak bisa dijelaskan, karena itu urusan selera," lanjut Amin.
Sebagai pelanggan setia yang rutin membeli oleh-oleh di UMKM tersebut, Amin berharap, wabah corona ini tidak membuat bakpia dan wingko Rahmat kolaps. Ia mendoakan semoga situasi segera kondusif, sehingga aktivitas produksi UMKM tersebut dapat kembali berjalan normal.
Harga per bungkus bakpia Rahmat berkisar antara Rp15-25 ribu, tergantung jumlah isinya. Sedangkan untuk wingko, harga satuan Rp1.300; yang berisi 15 biji dibanderol dengan harga Rp20.500.
Berita Terkait
-
Pengusaha Batik Produksi Masker Kain, UMKM Jogja Alih Usaha karena Corona
-
Dana Penanganan COVID-19 di Kulon Progo Ditambah Rp4 Miliar
-
Antisipasi Penolakan Pemudik, 4 Gedung Disiapkan di Kulon Progo
-
Warga Kulon Progo Tak Perlu Keluar, 12 Koperasi Bakal Layani Belanja Daring
-
Terharu! Meski Tangani Corona, Dokter Ini Sempatkan Pulang Ajari Anak Ngaji
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Dukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Dorong Sport Tourism ke Panggung Dunia
-
BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku