SuaraJogja.id - Kembali dibukanya Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan, Bantul membuat lega sejumlah petugas sampah yang biasa mengambil sampah di rumah warga. Mereka tak lagi mendapat sindiran dan protes dari warga karena empat hari lalu sampah tak diangkut.
"Sebelumnya ada perintah dari atasan agar petugas-petugas sampah tidak mengambil dulu limbah rumah tangga. Karena TPST Piyungan ditutup sementara. Jadi saya juga memberitahu kepada warga bahwa saya tidak mengambil sampah dahulu. Namun hari kedua (saat penutupan) ada yang menghubungi saya karena mengeluh sampahnya tidak diambil," kata Paijo ditemui di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Mandala Krida, Senin (13/4/2020).
Pria 60 tahun tersebut merupakan salah satu petugas sampah yang beroperasi di wilayah Glagahsari, Umbulharjo, Yogyakarta. Dalam sehari dirinya mengangkut sampah dari 40 rumah yang ada di kawasan tersebut.
"Karena ditutup empat hari pasti banyak sampah yang menumpuk. Jika diprotes itu pasti, tapi saya beritahu situasi di TPST Piyungan di tutup sehingga kami tidak mengambil ke rumah masing-masing warga. Mereka diimbau untuk membuang sendiri ke TPS terdekat," kata dia.
Paijo menambahkan, dirinya sudah mengambil sampah warga secara bertahap sejak Minggu (12/4/2020). Pada hari Senin (13/4/2020), Paijo mengambil seluruh sampah yang ada di wilayah Glagahsari.
"Sekarang sudah tidak ada protes lagi. Sebelumnya saya juga khawatir jika penutupan TPST Piyungan memakan waktu lama. Semisal penutupannya sampai satu pekan, saya juga tidak bisa mendapat penghasilan, karena saya petugas swasta," tuturnya.
Petugas sampah lainnya, Sutiyoso (54) mengaku sudah kembali bekerja seperti biasa. Sejak pukul 08.00 WIB, sampah warga di wilayah Sapen kembali dia angkut setelah TPS Pengok dibuka kembali.
"Sebelumnya kan (TPS Pengok) ditutup, jadi truk-truk sengaja di letakkan di sekitar TPS. Namun hari ini sudah kembali beroperasi dan tadi siang sudah kami angkat ke atas (TPST Piyungan). Warga juga memaklumi penutupan kemarin, untungnya mereka paham dan menyimpan sendiri sampah-sampahnya," jelas dia.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah TPS-TPS yang ada di Yogyakarta terpaksa ditutup sementara oleh pengelola, Rabu (8/4/2020). Hal itu menyusul penutupan sementara TPST Piyungan karena kondisi tanah yang buruk karena cuaca hujan.
Baca Juga: Ahli Virus Sebut Covid-19 Adalah Virus Umum, Tetapi
Pengelola TPST Piyungan juga telah membenahi kondisi tanah dan mulai dibuka sejak hari Minggu (12/4/2020) kemarin.
Berita Terkait
-
Pesan Kajari Bantul Usai Sembuh dari COVID-19 dan 4 Berita Top SuaraJogja
-
TPST Piyungan Tutup, Sampah Warga Jogja Sementara Tak Bakal Diangkut
-
Imbas TPST Piyungan Tutup, Sanimin Harus Kurangi Kebutuhan Harian Keluarga
-
TPST Piyungan Tutup Sementara, Warga Terpaksa Timbun Sampah Secara Mandiri
-
Tutup TPST Piyungan 3 Hari, Pengelola Ungkap Masalah Utamanya
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku