SuaraJogja.id - Rika Septi Handayani, satu dari sembilan tenaga medis RSUD Kota Jogja terbata-bata menjawab pertanyaan awak media usai tiba di Balai Diklat Depdagri, Kamis (16/04/2020) siang. Sembari menahan diri untuk tidak menangis, wanita 33 tahun itu menceritakan alasannya rela diisolasi di balai diklat tersebut di tengah pandemi COVID-19 atau virus corona di Indonesia, termasuk DIY.
"Sebenarnya kami beristirahat disini [balai diklat depdagri] semata mata demi melindungi keluarga. Kami sadar kalau kontak dengan penderita COVID-19, jadi meski kalau pulang sudah sesuai SOP (Standar Operating Procedure-red) yang benar-benar bersih tapi namaya tidak tahu [penyebaran corona] maka kami berusaha melindungi diri dan keluarga agar tidak kontak terlalu lama dengan kami sehingga kami memilih untuk sementara diisolasi seperti ini," ungkapnya.
Rika menjelaskan sudah dua minggu terakhir dia menginap di RSUD Kota Jogja untuk membatasi kontak fisik dengan keluarganya. Sebab setiap hari dirinya harus berada di ruang isolasi untuk merawat pasien COVID-19 yang dirawat di salah satu rumah sakit rujukan tersebut.
Namun karena keterbatasan kamar, mereka hanya ditempatkan di satu ruangan bersama-sama. Karenanya setelah tahu balai diklat Depdagri diperuntukkan untuk tempat tinggal sementara tenaga medis dan relawan, Rika merasa sangat bersyukur.
"Terimakasih Pemda DIY yang sudah memberikan fasilitas agar kami bisa beristirahat setelah menjalankan tugas di ruang isolasi ataupun IGD," ungkapnya.
Rika mengaku sebenarnya sangat sedih berjauhan dari keluarganya dan tetap bertugas menjadi tenaga medis, khususnya dalam penanganan COVID-19. Namun karena sumpah profesi maka dia harus menjalani apapun keadaannya.
Sebagai paramedis, dia harus memberikan layanan terbaik sekaligus harus membesarkan hati keluarganya. Apalagi di tempat lain sejumlah tenaga medis ditolak warga sekitar karena merasa takut tertular COVID-19.
Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DIY, Endang Pamungkasiwi mengungkapkan Pemda DIY memenuhi seluruh kebutuhan tenaga medis yang tinggal sementara di balai diklat tersebut. Sebelum tinggal, mereka dIperiksa kesehatannya terlebih dahulu dan ikut rapid test COVID-19.
"Kalau ditemukan tidak sehat selama disini ada protokolnya nanti," ungkapnya.
Baca Juga: Tak Bisa Tidur dan Gelisah Jadi Alasan Naufal Samudra Pakai Narkoba
Endang menyebutkan, kehadiran tenaga medis di balai diklat tersebut karena beberapa alasan. Selain karena ada penolakan warga sekitar rumahnya, mereka juga ingin melindungi keluarga agar tidak tertular corona.
Apalagi sebagian tenaga medis punya anak yang masih balita. Selain itu punya orang tua yang sudah renta dan punya penyakit penyerta.
Karenanya 141 kamar disediakan bagi tenaga medis di balai diklat itu. Sehingga mereka nyaman dan tidak perlu khawatir
"Mereka tidak bisa dekat dengan keluarga," imbuhnya.
Kedatangan para tenaga medis dan relawan ke Balai Diklat Depdagri, Baciro, Gondokusuman, pun sempat mendapat sambutan istimewa laiknya pahlawan dari masyrakat setempat. Mereka Berjejer sembari membawa sejumlah spanduk, menyemangati para tenaga media dan relawan yang dibawa ke balai diklat.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
674 Tenaga Medis DKI Diinapkan di Hotel, akan Bertambah 90 Orang
-
Dari Mobil Pengantin, Hengky Kurniawan Siapkan Rumah bagi Medik Covid-19
-
5 Fakta Hotel Grand Cempaka Business, Tempat Menginap Para Tenaga Medis
-
Asyik Teguk Miras saat Jaga Ronda, 23 Orang di Baciro Diamankan Polisi
-
Polsek Gondokusuman Ungkap Kronologi Lengkap Temuan Mayat di Kos Baciro
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik