- Sapi kurban 1,1 ton dikirim ke Masjid Fatahillah, Condongcatur, dekat kediaman Amien Rais.
- Pengirim misterius dari Jakarta hanya mencantumkan inisial TIW, diduga adalah Teddy Indra Wijaya.
- Daging melimpah dibagikan kepada umat lintas agama hingga didistribusikan ke wilayah Jawa Tengah.
SuaraJogja.id - Suasana perayaan Idul Adha di Jalan Brojolamatan, Padukuhan Gejayan, Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman terasa berbeda tahun ini. Warga dihebohkan dengan penampakan seekor sapi kurban berukuran raksasa seberat 1,1 ton.
Menariknya, sapi jenis Simental Jumbo tersebut dikirim ke Masjid Fatahillah, yang lokasinya berada tak jauh dari kediaman tokoh nasional Amien Rais. Kehadiran sapi raksasa ini pun sontak menjadi tontonan dan magnet perhatian warga komplek setempat.
Rasa penasaran warga semakin bertambah lantaran sosok pengirim sapi tersebut masih misterius. Informasi yang beredar hanya menyebutkan bahwa sapi yang dibeli dari peternak di Boyolali, Jawa Tengah itu, dikirim oleh seseorang dari Jakarta dengan inisial TIW.
Desas-desus pun merebak. Tak sedikit warga masyarakat yang menduga kuat bahwa inisial TIW tersebut merujuk pada sosok Teddy Indra Wijaya.
Ketua Takmir Masjid Fatahillah, Muhani, mengonfirmasi kedatangan sapi luar biasa tersebut pada Rabu (27/5/2026). Ia membenarkan bahwa pengirim hanya meninggalkan inisial namanya.
“Iya, ada yang mengirim sapi untuk kurban Iduladha, datang kiriman Sapi jumbo 1,1 Ton berinisial TIW dari Jakarta tapi sapinya dari peternak Boyolali. Pengirimnya hanya bilang dari Pak TIW untuk warga komplek semoga bermanfaat,” jelas Muhani.
Mewakili warga dan jemaah masjid, Muhani turut menyampaikan rasa syukurnya atas kiriman sapi kurban yang luar biasa besar tersebut.
“Kami berterimakasih kepada Bapak TIW atas bantuan sapi ini, sudah kami terima dan kami bagikan. Semoga diberi kesehatan dan kelancaran,” ungkapnya.
Daging Melimpah Ruah hingga Lintas Provinsi
Baca Juga: Bikin Tarawih Makin Khusyuk: 5 Masjid Favorit di Jogja yang Wajib Kamu Coba
Efek dari besarnya ukuran sapi berinisial TIW tersebut ternyata sangat signifikan. Imbasnya, tumpukan daging kurban sangat melimpah ruah.
Ketua RT 01 Padukuhan Gejayan, Lilik Prabowo, memastikan kelancaran distribusi daging tersebut. Saking banyaknya, keberkahan kurban di dekat komplek Amien Rais ini tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim saja.
“Di RT 01 semua kebagian baik warga muslim maupun non muslim. Kemarin kami bagikan 2 kilogram (per kepala keluarga). Di sini total ada 150 KK,” terang Lilik Prabowo.
Bahkan, distribusi daging kurban dari area Condongcatur ini sampai menyeberang ke provinsi tetangga. Panitia langsung mendistribusikan sisa daging kurban yang masih berlimpah ke beberapa daerah di Jawa Tengah, di antaranya wilayah Kebumen dan Magelang.
Pihak lingkungan RT setempat pun turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas bantuan sapi super jumbo berinisial TIW tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah
-
Geruduk DPRD, BEM DIY Tagih UU Perampasan Aset Agar Tak Jadi Dokumen yang Terparkir di DPR