Bangunan guest house dijadikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Panggung Lestari milik Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul sebagai rumah singgah bagi pemudik maupun pendatang selama pandemi corona. - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)
"Kalau penolakan belum ada, lebih kepada kebutuhan teknis jika seandainya tidak memungkinkan bagi pendatang untuk karantina mandiri di rumahnya," kata Wahyudi.
Ia menjelaskan, keberadaan guest house sebagai bentuk pencegahan terjadinya konflik sosial, termasuk mencegah terjadinya penolakan terhadap warga pendatang dari luar daerah.
Selain rumah singgah, Pemerintah Desa Panggungharjo juga tengah menyiapkan rumah karantina bagi warganya yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) bergejala. Wahyudi menambahkan, fasilitas tersebut diperkirakan akan selesai dalam dua minggu ke depan dan dapat menampung sekitar 150 pasien.
Berita Terkait
-
Kaum Muda Berpendapatan Rendah Diprediksi Bakal Nekat Mudik Lebaran
-
Pemkot Tetapkan Pendatang dan Pemudik di Jogja Melapor secara Daring
-
1,3 Juta Orang Berpotensi Nekat Mudik di Tengah Penyebaran Virus Corona
-
Makin Dibatasi, Ini Aturan Pemudik yang Mau Masuk DIY
-
Masuk Semarang Gunakan Transportasi Umum, Pemudik Wajib Isi Data Tujuan
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan