Ia menjual bunga-bunga berupa mawar merah, putih, bunga kenanga, dan melati. Jenis bunga tersebut dicampur dalam satu keranjang yang berbeda ukuran dengan harga yang juga berbeda.
"Yang kecil saya jual Rp10 ribu, yang sedang Rp15 ribu. Paling besar saya hargai Rp25 ribu, tapi jika nanti barangnya sulit didapat, keranjang bunga berukuran besar bisa dijual sampai Rp50 ribu," kata dia.
Disinggung soal wabah corona, Ngatiyem mengaku tak begitu khawatir. Menurutnya, jika dia tidak bekerja menjual kembang, tidak ada pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Ya harapannya kan virus ini segera hilang, pedagang seperti kami kembali kedatangan pelanggan. Sekarang hanya menerima hasil yang didapat. Jika dapat bantuan, disyukuri, jikapun tidak apa yang ada tetap disyukuri," tambah dia.
Berita Terkait
-
5.300 Tenaga Kerja Asal Kulon Progo Terdampak Pandemi Covid-19
-
Penjualan Pedagang di Pasar Kuliner Angkruksari Menurun 80% Akibat Corona
-
Ribuan Karyawan Pabrik Sepatu Kena PHK Massal
-
Tak Bisa Pulkam karena COVID-19, 453 Mahasiswa Telantar di Jogja
-
Dampak Corona: Ribuan Karyawan Pabrik Sepatu di Tangerang Kena PHK Massal
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Rp1,17 Miliar untuk Poles Fasad Malioboro, Sejarah dan Ekonomi Warga Diklaim Tak Tersisih
-
Duit Sudah Disetor, Perekrut Menghilang, Calon Pekerja Migran di DIY Jadi Korban
-
Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit
-
Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat
-
Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih