SuaraJogja.id - Dering telepon genggam mengejutkan Yusa, Senin (4/5/2020). Merasa panggilan penting, dirinya mengangkat telepon dan dari seberang suara ia diminta untuk datang pagi-pagi ke puskesmas tempatnya bekerja pada Selasa (5/5/2020).
Pria 28 tahun yang saat ini menjadi perawat di Puskesmas Umbulharjo II mendapat tugas untuk mengantar pasien yang diduga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayah Umbulharjo. Hal itu sempat membuatnya kaget karena baru pertama kali mendapat tugas yang bersinggungan dengan Covid-19.
"Ada dua orang yang ditugaskan untuk menjemput pasien dari rumahnya untuk diantar ke RS Wirosaban. Sekitar pukul 08.00 wib kami bersiap, menggunakan alat pelindung diri yang tertutup rapat," terang Yusa saat ditemui di kantor BPBD DIY, Selasa (5/5/2020).
Yusa yang seumur hidup baru mendapat pengalaman ini tak menyangka akan menjalani tugasnya sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Biasanya Yusa hanya menjalani tugas sebagai perawat yang ada di puskesmas.
"Memang ini baru pertama kali, tetapi kami sudah dibekali aturan dan sosialisasi bagaimana penanganannya. Sudah ada SOP-nya," jelas dia.
Rasa was-was, dia akui sempat menjadi pikirannya sebelum mengantarkan pasien tersebut. Namun dirinya tetap mencoba tenang dan berfikir untuk tetap waspada.
"Rasa was-was itu ada pasti, tapi saya hanya mencoba tenang dan berpikir baik. Kewaspadaan tetap nomor satu. Maka dari itu pakaian pelindung saya gunakan untuk mencegah penularan," ungkapnya.
Penjemputan yang dilakukan sekitar pukul 08.00 ini dimulai dari Puskesmas Umbulharjo II. Yusa dan seorang rekannya bertolak ke rumah pasien. Setelah itu dirinya mengantarkan pasien ke RS Wirosaban dengan mobil ambulance yang dimiliki puskesmas.
"Kami hanya bertiga di dalam mobil, tidak ada percakapan. Kami biasa saja, keadaan pasien sebenarnya sehat. Tak terlihat mengalami gejala apapun," kata dia.
Baca Juga: 7 Pesona Selebgram Jogja yang Disebut Kembaran Jennie BLACKPINK
Disinggung terkait pasien tersebut, Yusa tak memberikan penjelasan secara rinci. Dia hanya menyebut bahwa pasien merupakan karyawan sebuah supermarket yang telah melakukan Rapid Test. Karena hasilnya reaktif, pasien dirujuk ke RS Wirosaban untuk menjalani uji Swab.
"Saat tiba di RS Wirosaban, petugas medis dengan APD lengkap menerima pasien. Setelah itu kami pergi ke lapangan Amongrogo untuk melakukan dekontaminasi," kata dia.
Sebagai perawat, Yusa berharap masyarakat tak memberi stigma terhadap tenaga medis yang bersinggungan dengan pasien Corona bahkan didiskriminasi di lingkungannya.
"Itu memang kembali kepada masing-masing individu, tapi masyarakat harus menjaga betul dirinya dan melakukan protokol pencegahan. Jika mereka tak mengindahkan hal itu ketika memang terpapar virus, kami juga yang akan merawat mereka. Jadi mari saling menjaga baik dari masyarakat dan tenaga medis dalam memutus penularan virus ini," tambahnya.
Berita Terkait
-
Pasien Corona DIY Terus Bertambah, TRC BPBD: Pakai APD Itu Panas Tahu!
-
APD TRC BPBD DIY Bikin Salfok dan 4 Berita Terpopuler SuaraJogja Lainnya
-
TRC BPBD DIY Ngegas Minta Makam Khusus korban COVID-19 Segera Dibuat
-
TRC BPBD DIY Bantu Makamkan Pasien Covid-19, Netizen Salfok Lihat APD-nya
-
TRC BPBD DIY Kritik Pemerintah Soal Prosedur Pemakaman PDP di Sleman
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi
-
IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT