SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mengadakan Rapid test massal bagi masyarakat umum Selasa (5/5/2020). Hasilnya, dua dari 170 peserta dinyatakan positif dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, berdasarkan data hingga pukul 18.29 WIB, ada 414 orang yang mendaftar. Sebanyak 170 warga dinyatakan prioritas dan sudah menjalani RDT.
"Hasil rapid test tahap pertama hari ini didapat dua orang reaktif, rapid test positif. Riwayat penularan keduanya sedang dutelusuri," kata pria yang akrab disapa Oki tersebut.
Oki menjelaskanm kedua warga tersebut selanjutnya dijadwalkan akan mengikuti swab test untuk mendapatkan diagnosa.
Ia menambahkan, ruangan isolasi untuk wanita di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul saat ini sudah penuh. Sehingga, keduanya dirujuk ke rumah sakit lain yang masih menyediakan ruang isolasi.
Oki mengatakan, sesuai dengan protokol seluruh warga yang menunjukkan hasil RDT reaktif harus menjalani tahap swab test. Isolasi di rumah sakit bertujuan untuk mempermudah proses swab test, sekaligus mencegah resiko penularan.
Setiap orang yang didiagnosa COVID-19 wajib menjalani rapid test sebanyak dua kali. Hal ini dilakukan untuk mencegah, seandainya pada pengujian pertama antibodi belum terbentuk.
Sementara antibodi, akan terbentuk pada hari ke tujuh hingga ke empat belas. Hasil RDT kedua akan digunakan sebagai faktor penguat dari hasil pertama.
"Antibodi itu timbul hari ketujuh sampai keempat belas, jadi masa inkubasi. Kalau pada saat di Rapid itu dia pada hari kelima gak akan muncul hasilnya, tapi rapid kedua pada hari kelima belas berartikan sudah timbul antibodinya," ujarnya.
Baca Juga: Masih Tinggi, Jumlah Kendaraan Masuk ke Jakarta Capai 707 Ribu per Hari
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja menjelaskan, ada beberapa ketentuan perawatan pasien di RSLKC. Hal ini menyesuaikan dengan kriterai dan kategori dari pasien.
"Rumah sakit lapangan, sebagaimana kita launching waktu itu disitu hanya merawat pasien dengan kategori ringan dan sedang, dan bukan anak-anak, bukan ibu hamil, bukan dengan penyakit komorbid," kata Agus.
Ia menjelaskan, bagi masyarakat dengan hasil RDT reaktif dan harus menjalani isolasi akan dirujuk ke rumah sakit lainnya. Saat ini, rumah sakit rujukan Covid-19 juga merawat pasien RDT reaktif.
Lebih jauh, jika rumah sakit rujukan tidak lagi mampu menampung pasien. Agus mengaku sudah mengajukan kerjasama dengan rumah sakit non-rujukan untuk dapat membantu penanganan Covid-19.
Agus menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengadaan rapid test secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan. Hasil rapid test massal dalam tiga tahap sebelumnya akan dianalisis untuk memperkirakan kebutuhan rapid test massal selanjutnya.
"Setelah itu semua kita evaluasi, kita masih membutuhkan rapid test lagi tentu kita lakukan pengadaan lagi," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Suasana Posko Penanganan Gugus Tugas Covid-19 di Yogyakarta
-
Perketat Arus Balik, Dua Titik Ini Akan Jadi Tempat Cegah Pemudik
-
Jaga Pinguin Tetap Hidup di Tengah Pandemi, Petugas Ini Rela Lembur
-
Viral Gadis Cilik Penjual Jajan di Jogja, Netizen: Senyumnya Luar Biasa!
-
Cegah Sebaran Covid-19, Peneliti Kembangkan Ventilator dari Masker Selam
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja