Sontak ia cukup kaget saat bersama dua rekan dan satu mahot bertemu gajah liar yang akan masuk ke daerah kebun warga. Adi yang belum menguasai perilaku gajah hanya bisa pasrah jika nantinya ada pertarungan antar hewan tersebut.
"Saya hanya berdoa saat itu, jadi gajah ini kan hidup berkelompok. Ada yang satu kelompok 10 ekor, kadang sampai 15 ekor. Untungnya gajah yang kami tunggangi adalah gajah yang sudah tua," katanya.
Dari pelatihan yang dia ikuti tersebut, Adi berangsur-angsur memahami perilaku dan karakter gajah. Hingga pada saat gajah bernama Sinta yang didatangkan sekitar tahun 2016 dari Bengkulu, ia mengaku ada naluri yang muncul untuk memelihara Sinta.
"Sudah tiga tahun saya menjaga Sinta, hingga akhirnya gajah betina ini melahirkan anak gajah pada 25 Maret lalu. Rasanya saya juga senang selama mendampingi Sinta di Gembira Loka," jelas dia.
Saat bertemu-pun, ia banyak berinisiatif untuk mencari cara agar bisa akrab dengan sinta. Ia mempelajari berbagai tips interaksi dengan gajah tanpa mengganggu mereka, sampai akhirnya gajah bisa mengerti instruksi dari sang pawang.
Kepala Bidang Promosi Gembira Loka Zoo, Fahmi Ramadan menuturkan, keeper atau penjaga hewan dipilih dengan berbagai pertimbangan. Pasalnya keeper tak hanya membersihkan kandang namun juga merawat dan memahami kondisi hewan yang mereka jaga.
"Jadi memang keeper ini dipilih sesuai dengan basic dan kedekatannya dengan satwa yang ada di sini. Misal dia senang burung dan juga memelihara burung di rumahnya, nanti kami arahkan untuk menjaga di lokasi satwa burung. Tapi dia juga dapat dipindah ketika tidak terlihat berinterkasi baik dengan satwa yang dia jaga. Mungkin awalnya menjaga satwa burung tapi dia lebih nyaman berinteraksi dengan ular. Nanti bisa kami pindahkan," kata dia.
Hingga kini keadaan satwa di Gembira Loka zoo masih cukup sehat. Asupan makanan dan multivitamin tetap dijaga meski destinasi wisata di Yogyakarta ini sudah tutup sejak 22 Maret lalu.
"Karyawan dan penjaga tetap berjaga untuk kelangsungan hidup satwa. Kami tetap memberikan makanan sesuai porsi, namun ada satu makanan tambahan yang kami kurangi. Namun begitu hewan-hewan disini sehat semua," tambah Fahmi.
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Rakyat Kecil Paling Terdampak
Berita Terkait
-
Din Tewas Mengenaskan, Kepalanya Diinjak Gajah yang Sedang Mengamuk
-
Foto Gajah Mabuk yang Viral Rupanya Hoaks! Begini Kisah Sebenarnya
-
Menganggur dan Kekurangan Pakan Karena COVID-19, Gajah Thailand Mudik
-
RSUD Saptosari Gunungkidul Diperkirakan Siap Beroperasi Juni 2020
-
Dikembalikan ke Alam, Gajah-Gajah di Thailand Gembira
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku