SuaraJogja.id - Niat masyarakat Kabupaten Kulon Progo untuk menunaikan rukun Islam yang kelima tahun ini harus rela mengalami penundaan. Hal ini menyusul keluarnya Keputusan Menteri Agama (KMA) 494/2020 tentang pembatalan badah haji 2020 karena kendala pandemi Covid-19.
Kulon Progo sendiri memiliki 254 orang jemaah haji yang sebenarnya siap diberangkatkan tahun ini. Tidak sedikit yang menyambut baik keputusan ini meskipun menyisakan ada perasaan kecewa karena harus menunda setahun lagi untuk berangkat haji.
Seperti yang dirasakan salah satu calon jemaah haji asal Kulon Progo, Anita Fajar Rianti (37), warga Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, ia mengatakan harus tetap ikhlas menerima keputusan tersebut.
"Dari Ramadan sudah sangat berharap bisa berangkat untuk ibadah haji tahun ini karena memang sudah menunggu sekitar sembilan tahun," ujar Anita, dihubungi SuaraJogja.id melalui sambungan telepon, Rabu (3/6/2020).
Anita mengaku sudah membayangkan jika keberangkatan hajinya tahun ini akan ditunda kembali. Namun dalam hati kecilnya ia masih tetap berharap ada secercah titik terang untuk tetap bisa berangkat.
"Kami nunggu pas puasa itu sampai makin ke sini belum ada kabar, sempat khawatir akan ditunda. Kami berpikir kalau memang ditunda, itu juga sudah yang terbaik untuk kita semua walaupun kita sudah sangat pengin untuk ke sana," ungkapnya.
Anita tidak memungkiri adanya kekecewaan yang ia rasakan akibat pembatalan tersebut. Pasalnya, ia dan suami sudah melakukan semua persiapan yang diperlukan jauh-jauh hari, mulai dari mengikuti manasik sejak 2018, meningkatkan ketahanan fisik dengan rutin jogging seminggu tiga kali, menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa, hingga menyelesaikan segala administrasi yang diperlukan.
"Seragam tinggal nunggu jadi, oleh-oleh belum beli juga karena masih nunggu ditunda atau tidaknya kemarin, eh malah benar ditunda," jelasnya.
Diungkapkan Anita, ia dan suaminya, Edi Wundartono (37), sudah mendaftar haji sejak 2011 silam. Sebenarnya mereka sudah dijadwalkan untuk berangkat pada 2019 lalu. Namun karena sang suami, yang berprofesi sebagai polisi, harus mengikuti pendidikan lanjutan, maka mereka memutuskan menunda setahun untuk berangkat.
Baca Juga: Cerai dari Krisdayanti, Anang Hermansyah Cuma Pegang Duit Rp 10 Juta
Jadi, di 2020 ini merupakan penundaan keberangkatan haji yang kedua bagi Anita dan Edi. Yang pertama memang karena sudah direncanakan dan diputuskan bersama oleh Anita dan suami. Namun, yang kedua karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
"Penundaan pertama mikirnya, saya masih bisa berangkat tidak ya tahun depan, karena umur tidak ada yang tahu. Begitu pun tahun ini, kami berdoa terus agar tetap bisa berangkat," katanya.
Ia mengaku awalnya sudah yakin bisa berangkat tahun ini. Namun mulai masuk awal Maret, ia merasa galau bisa berangkat atau tidak. Pasalnya, semua kegiatan yang berkaitan dengan haji mulai dihentikan.
Terbilang sejak manasik yang dihentikan oleh Kemenag, tanda-tanda penundaan haji juga terlihat ketika bertemu sesama calon jemaah haji dibatasi, bahkan tidak bisa. Komunikasi dengan para calon jemaah haji lainnya hanya menggunakan aplikasi WhatsApp saja. Dari situ hingga masuk bulan Ramadan, keraguan Anita dan suami makin membesar sampai pada akhirnya keluar keputusan dari Kementerian Agama (Kemenag) yang memastikan keduanya harus menunda haji lagi tahun ini.
Walaupun begitu, Anita tetap memaklumi dan menghormati keputusan tersebut. Dia juga tidak ingin mengambil risiko fatal terkait keselamatan dirinya sendiri dan suami di tengah masa pandemi ini. Satu harapannya yaitu agar pandemi bisa segera usai agar tahun depan impiannya berangkat ke Tanah Suci dengan suami bisa terlaksana.
Sementara itu, Edi mengatakan tetap akan mengikuti petunjuk pemerintah. Ia meyakini penundaan ini tidak lain demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Berita Terkait
-
Ibadah Haji 2020 Batal, Ini Prosedur Pengembalian Setoran Pelunasan Bipih
-
Cara Menarik Dana Jamaah Haji 2020 yang Gagal Berangkat ke Tanah Suci
-
Haji Ditangguhkan Tahun Depan, Biaya Pelunasan Bisa Bertambah
-
Dana Haji 2020 Diisukan untuk Perkuat Rupiah, Rizal Ramli: Payah Deh
-
Haji 2020 Gagal Berangkat, Bisnis Travel Haji dan Umrah Rugi Rp 4,2 Miliar
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja