SuaraJogja.id - Di setiap daerah, pasti terdapat kebiasaan unik dari warganya yang berbeda dari daerah lain, tak terkecuali Jogja. Bahkan, karena banyaknya perantau di Jogja, ciri khas warga setempat pun mulai dikenal luas di seluruh Indonesia.
Sampai-sampai, seorang warganet membuat video "starter pack" menjadi orang Jogja, alias poin-poin yang menggambarkan kebiasaan orang Jogja. Video itu diunggah akun @Torriosh di Twitter dan menjadi viral setelah dibagikan @PenjahatGunung, Jumat (5/6/2020).
Di video itu, @Torriosh mengubah dirinya menjadi seakan dua orang yang berbeda untuk mencontohkan percakapan sehari-hari orang Jogja.
"Menjadi warga Jogja starterpack," cuit @PenjahatGunung.
Dari video itu, ada empat gaya bicara yang melekat pada kehidupan orang Jogja menurut @Torriosh. Yang pertama, penggunaan "dab" sebagai sapaan untuk kawan sebaya.
Kemudian, @Torriosh juga menambahkan interjeksi "po" di videonya. Dalam rekaman itu digambarkan bahwa orang Jogja kerap menggunakan "po" di akhir kalimat untuk menekankan pertanyaan konfirmasi. Misalnya, seperti di video @Torriosh, saat seorang lelaki mengabarkan bahwa tugas kuliah harus dikumpulkan besok, kawannya menjawab, "Hah? Iya po?"
Di samping itu, ada interjeksi lain yang juga kerap diucapkan orang Jogja, yaitu "e" atau "je". Pemilik akun @Torriosh pun memperagakan penggunaannya.
"Eh kenapa? Mau bimbingan kok lemes amat? Belum makan?" tanya @Torriosh berkacamata.
"Iya e. Ibuku enggak masak je," jawab @Torriosh tanpa kacamata.
Baca Juga: Masih Muncul Kasus Baru, Malang Raya Batal Terapkan New Normal
Terakhir, @Torriosh menyebut orang Jogja seperti kompas berjalan. Sebab, alih-alih menggunakan kanan dan kiri, orang Jogja lebih terbiasa menunjukkan arah atau rute perjalanan dengan mata angin, seperti utara atau lor dalam bahasa Jawa, selatan atau kidul, barat atau kulon, dan timur atau wetan.
Video @Torriosh yang dibagikan @PenjahatGunung pun kini telah di-retweet lebih dari 4.700 kali dan disukai sekitar 9.400 akun. Dari keempat poin ciri khas orang Jogja, kompas berjalan adalah yang paling disoroti warganet. Di sisi lain, beberapa di antara mereka menampik bahwa "dab" masih sering diucapkan pemuda Jogja saat ini.
@sakaratulmouth: Gokil bet rang jogja apal arah mata angin.
@anitanv: Aku cah jogja bgt, lebih seneng nunjukin jalan/tempat pakai arah mata angin, kl pakai kiri kanan malah bingung.
@natsirasrafi: Dab ki wis [itu sudah] kurang deh.
@sisisico_: Kenapa org Jogja nunjukin jalan harus pake arah mata angin??????? Remed aku remed.
Berita Terkait
-
Ada Protokol Baru, Gunungkidul Simulasi Pembukaan Objek Wisata Pekan Depan
-
Paling Dicari di Jogja, Ini Rahasia di Balik Nikmatnya Kopi Joss
-
BLT Tahap Dua Disalurkan ke Warga Jogja Pekan Depan
-
Ada Es Ganja di Jogja Dijual Rp 5.000, Netizen: Awas Pulang Langsung Ngefly
-
Menangis Ingat Dwi Sasono, Ini 5 Momen Mesra Widi dan Suami Saat di Jogja
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda
-
Pestapora 2026 Makin Seru, BRI Kartu Kredit Hadirkan Cicilan 0%
-
4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah