SuaraJogja.id - Sebagai rangkaian merayakan Hari Bhayangkara ke-74 tahun ini, Polsek Panjatan mendandani anggotanya dengan kostum punokawan lengkap dengan riasan wajahnya.
Mereka berdandan bukan untuk mementaskan acara seni ketoprak atau yang lainnya, tapi anggota polisi itu berdandan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat di pasar tradisional yang ada di Panjatan salah satunya di Pasar Ngebung.
Sosok Semar, Gareng, Petruk dan Bagong ini berkeliling pasar dengan membawa spanduk dan poster berisi sosialiasi kepada masyarakat. Mereka juga menyapa sekaligus mengingatkan orang yang datang untuk menerapkan protokol kesehatan.
Salah seorang pengunjung pasar tradisional yang tengah berbelanja, Jumini mengaku kaget dengan adanya kedatangan punokawan didampingi oleh anggota kepolisian yang lain. Namun bukan hiburan dari punokawan yang didapat Jumini melainkan hukuman menyanyi dan meminta maaf kepada orang di sekelilingnya karena tidak memakai masker.
“Tadi buru-buru ke pasar malah jadi lupa tidak memakai masker. Sudah dihukum oleh punokawan suruh nyanyi dan diberi masker,” ujar Jumini, kepada SuaraJogja.id, di Pasar Ngebung, Panjatan, Kulon Progo, Senin (22/6/2020).
Jumini juga berjanji untuk selalu memakai masker setiap kali akan keluar rumah. Ia tidak lupa mengapresiasi kegiatan unik yang dilakukan pihak kepolisian itu.
Tidak hanya menyadarkan masyarakat tenteng penting untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang ada. Tapi juga bisa memberi hiburan dan sosialisasi yang menarik sehingga bisa lebih diperhatikan dan harapannya bisa dilaksanakan selanjutnya.
Nasib agak berbeda dialami pengunjung pasar lainnya, yaitu Mariam karena sudah dengan sadar diri dan tertib mematuhi protokol kesehatan. Punokawan yang menghampirinya langsung memberinya hadiah berupa sayuran dan telur untuk dibawa pulang.
“Setiap pergi saya selalu memakai masker, tidak lupa juga selalu ada hand sanitizer yang praktis untuk mencuci tangan,” kata Mariam.
Baca Juga: Nekat Bobol Rumah Warga Saat Ditinggal Pergi, Pemuda di Jogja Diamuk Massa
Ia selalu mengutamakan kebersihan dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Pola hidup bersih dan sehat selalu ia junjung dalam menjaga kondisi dirinya sendiri dan lingkungan di sekitarnya.
Sementara itu Kapolsek Panjatan AKP Maryanto mengatakan, menjelang adanya pelaksanaan tatanan kehidupan baru atau new normal pihaknya akan makin gencar menyosialiasikan pencegahan Covid-19. Selain itu kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian acara untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-74.
“Ini adalah cara kami untuk mengampanyekan protokol kesehatan jelang new normal kepada masyarakat,” kata Maryanto.
Dijelaskan Maryanto, sanksi memang akan diberikan kepada pengunjung yang tidak memakai masker. Bukan sanksi berupa fisik atau yang memberatkan tapi lebih kepada edukasi agar masyarakat yang melanggar menjadi jera.
Menyanyikan lagu-lagi bertema nasionalis menjadi salah satu hukuman yang diterapkan pihaknya. Namun hadiah berupa telur ayam hingga sayuran sudah menanti jika memang pengunjung datang dengan tertib artinya memperhatikan protokol kesehatan.
“Ini adalah cara kami mengedukasi warga agar menaati protokol kesehatan,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh