SuaraJogja.id - Sebuah unggahan yang menunjukkan jari jempol melepuh hingga menghitam karena digigit ular gibug viral di media sosial Twitter.
Dalam unggahan akun @kinoeprasetya tersebut ia juga menuliskan, gambar-gambar tersebut diambil di rumah sakit. Lantaran tidak adanya anti-bisa yang tersedia di rumah sakit, dengan sangat terpaksa korban terpaksa mengamputasi jarinya tersebut.
"Sharp-nosed viper, Ular Gibug atu juga disebut ranjau darat. Meski berukuran kecil, ia memiliki racun yang dapat menghancurkan jaringan. Bisa yang dimiliki ular ini dapat merusak dinding pembuluh darah. akibat dinding pembuluh darah yang rusak, darah akan menggumpal dan menyebabkan keadaan pendarahan internal yang masif pada korban," ujarnya.
Ular gibug atau ular tanah atau yang memiliki nama ilmiah Calloselasma rhodostoma merupakan salah satu spesies ular berbisa yang memiliki sifat sangat agresif.
"Ini bukan percobaan ya temen", kejadian ini terjadi pada tahun 2017 silam dgn korban yang tidak disebutkan identitasnya. Bnyak yg bilang "harusnya nyari pertolongan, malah difoto" ga begitu bro. Semua foto (kecuali ularnya) diambil di rumah sakit. Kejadian ini terjadi karena ular yg mengigit korban merupakan ular Cina dan antivenomnya sulit ditemukan di tempat yang jauh. Akibatnya korban harus menderita akibat efek penuh dari racun ular," ungkapnya.
Ia menyebut, bila jari korban tidak segera diamputasi, ada kemungkinan justru tangan korban turut diamputasi karena terlambat penanganan.
Ia juga menyertakan potongan video Panji Petualang saat hadir dalam Channel Youtube Deddy Corbuzier. Dalam video tersebut, Panji menyebut, pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat terkena gigitan ular berbisa adalah meminimalisir gerakan pada bagian tergigit.
Setelah itu, diusahakan secepatnya untuk mencari pertolongan medis dan jangan dihisap. Di pusat kesehatan tersebut, apabila terdapat serum anti-bisa dari bisa tersebut maka pertolongan bisa dilakukan secepatnya. Namun, bila tidak ada anti-bisa, maka pasien hanya bisa pasrah.
Ular gibug atau yang dikenal pula dengan bandotan bedor ini tersebar di Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Semenanjung Malaya bagian utara dan Jawa, khususnya Jawa Barat, Jawa Tengah bagian barat, dan Karimunjawa.
Baca Juga: Viral Kain Kafan Supreme, Warganet: Jenazah Hypebeast!
Melansir dari Tropical snake bites: clinical studies in South-East Asia karya Warrel, gigitan ular tanah bisa menimbulkan pembengkakan hingga kematian jaringan. Pda sejumlah kasus, terjadi kerusakan atau disfungsi anggota badan, hingga diamputasi bila tidak ada serum anti-bisa atau keterlambatan pengobatan.
Tag
Berita Terkait
-
Dikejar Ular Piton 8,5 Meter yang Kelaparan, Sudding Lari Terbirit-birit
-
Cerita Warga Bone Lari Kocar Kacir Kaget Hendak Disantap Ular Piton 8 Meter
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Ular Makan Senjata Laras Panjang Jenis AK-47?
-
Muncul Ular dari Laci Meja Sekolah, Diduga karena Libur Berbulan-bulan
-
Lama Tak Dipakai Selama Corona, Laci Meja Sekolah Ini Jadi Sarang Ular
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja
-
Permintaan Les UTUL UGM di Jogja Nyaris Setara UTBK, Edufio Jalankan Keduanya
-
Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan
-
Ponpes Ash-Sholihah Buka Suara Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pengurusnya
-
Soroti Isu Ketahanan Pangan, Ratusan Mahasiswa Lintas Kampus Ikuti Forum Rembuk Pangan di Jogja