Diakui Siti bahwa memang penerimaan siswa baru yang terdapat di sekolahnya tergolong cukup rendah. Artinya setiap tahun memang tidak ada jumlah yang benar-benar melonjak tinggi terkait siswa baru.
Siti menuturkan paling banyak siswa yang masuk di SD Palbapang 1 tercatat sebanyak 18 orang. Namun memang jika dibandingkan dengan tahun ini empat orang siswa baru yang masuk itu sudah bisa digolongkan ke dalam kategori penerimaan yang sangat rendah.
SD 1 Palbapang saat ini terhitung memiliki jumlah total 68 siswa dengan 13 orang guru yang sudah termasuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Dengan komposisi seperti itu pihaknya mengaku tenaga pengajar sudah tergolong ideal.
"Kalau ditotal semua untuk pembelajaran jumlah guru dan murid sudah cukup memadai," kata Siti.
Baca Juga: Disdikpora DIY akan Gelar Sekolah Tatap Muka, Kuota Kelas Dibatasi
Memasuki tahun ajaran baru ini pihaknya masih akan terus berupaya untuk menambah siswa baru. Menurut informasi yang didapat bahwa memang ada orang tua siswa yang belum mendaftarkan anaknya untuk masuk sekolah.
Terkait kemungkinan lebih lanjutnya pihaknya tidak bisa memastikan, yang pasti pihaknya masih cukup optimis untuk bisa mendapat murid baru.
Pihak sekolah juga sudah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin (13/7/2020) kemarin. Namun dikarenakan kondisi saat ini masih diliputi oleh pandemi Covid-19 yang belum usai kegiatan tersebut dilakukan secara daring.
"Wali kelas masing-masing sudah menyapa para siswanya via daring, ada yang lewat whatsapp dan juga sarana pendukung lainnya. Intinya untuk kenalan orang tua dan sang anak yang menjadi siswa di SD kami dengan wali kelas," ucapnya.
Pembelajaran selama pandemi juga dilakukan via daring walaupun juga memang belum maksimal. Namun pihaknya mengusahakan agar pembelajaran selanjutnya sudah bisa dimaksimalkan dengan sarana yang ada.
Baca Juga: Polda DIY Gelar Operasi Pekat, Kasus Narkoba dan Miras Paling Banyak Tinggi
Siti mengaku selama pembelajaran online mendapat keluhan dari orang tua terkait dengan tidak adanya gawai. Jika memang sudah punya tapi tidak dilengkapi dengan sistem berbasis android. Alat komunikasi itu yang paling banyak dikeluhkan oleh orang tua selama pembelajaran via daring.
Berita Terkait
-
Sekolah Rakyat Ditargetkan Mulai Tahun Ajaran Baru 2025/2026, Pakai Kurikulum Nasional Plus
-
Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Mulai Tahun 2025
-
Gaza Mulai Tahun Ajaran Baru, Siswa Kembali Belajar di Tengah Kehancuran dan Minim Sumber Daya
-
Gelar Kunjungan Industri, Siswa MAN 2 Bantul Praktik Olah Bandeng Juwana
-
Mempelajari Pembentukan Pulau Jawa di History of Java Museum
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi