SuaraJogja.id - KPU Bantul memastikan penyelenggaraan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di Kabupaten Bantul tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan coklit sudah dimulai sejak tanggal 15 Juli dan akan berakhir pada tanggal 13 Agustus 2020.
Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho memastikan bahwa seluruh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sudah dinyatakan bebas dari Covid-19 setelah melakukan rapid tes secara massal beberapa waktu lalu. Dalam pelaksanaannya pihaknya mengimbau agar petugas selalu menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 ketika bertemu dengan masyarakat.
"Besok hari Sabtu (18/7/2020) akan ada sosialisasi tentang coklit ini di masing-masing desa se Kabupaten Bantul," ujar Didik kepada SuaraJogja.id, Jumat (17/7/2020).
Didik menambahkan dalam sosialisasi atau apel kesiapan coklit yang dilakukan serentak itu akan diikuti oleh semua penyelenggara pemilihan baik KPU, PPK, PPS serta PPDP. Dalam kegiatan itu semua yang akan bertugas atau hadir diwajibkan untuk melengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap, mulai face shield, masker, sarung tangan hingga hand sanitizer yang harus selalu dibawa.
Nantinya setelah kegiatan apel atau sosialisasi coklit serentak itu selesai Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) akan langsung diperbolehkan bertugas. Sesuai dengan ketentuan yang ada nanti setiap PPDP akan mengunjungi setidaknya lima rumah di wilayah kerjanya.
"Untuk mengurangi potensi penularan wabah Covid-19 PPDP yang berkunjung ke rumah pemilih melakukan aktivitas coklitnya di teras atau halaman rumah dengan waktu yang tidak terlalu lama," ungkapnya.
Sementara itu Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Bantul, Arif Widayanto menjelaskan bahwa dalam kegiatan coklit ini petugas nantinya akan melakukan konfirmasi kepada pemilih berbasis Kartu Keluarga. Coklit tersebut nantinya dilakukan dengan melihat kesesuaian data pemilih apakah sudah sesuai atau malah tidak memenuhi syarat.
"PPDP akan mencentang data yang sudah sesuai dan mencoret data pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Selain itu juga bisa dilakukan pengubahan data apabila ada yang perlu diperbaiki," kata Arif.
Lebih lanjut Arif menjelaskan ada beberapa kategori pemilih yang masuk dalam TMS di antaranya jika diketahui pemilih ternyata sudah meninggal dunia, atau pemilih yang berstatus sebagai TNI atau POLRI. Selain itu pemilih TMS juga bisa dari orang yang tidak dikenal atau orang asing.
Baca Juga: Tak Wajib Bawa Surat Sehat, Wisatawan yang Masuk ke Bantul akan Didata
"Pemilih yang didatangi petugas hanya perlu menyiapkan data-data seperti KTP elektronik atau Kartu Keluarga (KK) saja," imbuhnya.
Arif menuturkan selain melakukan coklit petugas juga bakal mendaftar pemilih baru jika memang sudah sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan. Penambahan itu juga melihat apabila di dalam dokumen pemilih yang dibawa oleh petugas orang yang bersangkutan belum tercatat sebagai pemilih.
Dari data yang ada jumlah pemilih yang akan di coklit sebanyak 724.767 pemilih sedangkan jumlah KK yang akan dicoklit sebanyak 316.844 KK. Sementara untuk PPDP yang bertugas di KPU Bantul sendiri sebanyak 2.081 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Nandhur Srawung di Jogja: Ajang Jambore Nasional Pemilik Xpander se-Nusantara
-
Dapat Sepeda dari BRI Peduli, Mahesa Semangat ke Sekolah: Tak Lagi Mesti Jalan Kaki Saat Banjir Rob
-
Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung
-
Guru SD di Sleman Disabet Parang Wali Murid, Polisi Ungkap Pemicu Kejadian
-
Temuan Ruang Khusus di Lapas Cibinong Bukti Keadilan Pemasyarakatan Cuma Omong Kosong