SuaraJogja.id - Pembukaan kembali sejumlah objek wisata di Bantul sampai saat ini masih belum menyumbang kasus positif Covid-19. Mayoritas kasus Covid-19 di Bantul sendiri diketahui berasal pelaku perjalanan.
Hal itu dipastikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Helmi Jamharis, yang mengatakan bahwa penambahan kasus positif Covid-19 di Bantul tidak dipengaruhi oleh pembukaan kembali beberapa objek wisata yang ada. Bahkan dalam lonjakan kasus yang cukup tinggi di beberapa hari yang lalu, tidak ada kasus yang berasal dari objek wisata yang telah dibuka.
"Selama ini kami belum menemukan bahwa objek wisata menjadi salah satu klaster perkembangan Covid-19 di Kabupaten Bantul sekalipun ada lonjakan kasus yang cukup tinggi," ujar Helmi kepada awak media, Jumat (24/7/2020).
Kendati tidak ada penambahan kasus dari objek wisata yang dibuka, Helmi terus mengingatkan bahwa semua pihak harus tetap dapat mempertahankan kondisi tersebut. Dengan kata lain, baik pengunjung maupun petugas pengelola wisata harus melaksanakan protokol kesehatan yang ada.
Ketika disinggung mengenai kemungkinan penutupan kembali objek wisata yang dibuka, mengingat meningkatnya kasus Covid-19 di Bantul, pihaknya masih menunggu perkembangan kasus selanjutnya. Helmi terus menekankan bahwa evaluasi dan sosialisasi terkait dengan perbup yang baru saja disahkan akan terus dilakukan.
"Evaluasi itu harus terus-menerus dilaksanakan oleh semua pihak. Evaluasi dan sosialisasi itu nantinya bakal terkait dengan pelaksanaan perbup yang sudah dibuat kemarin," ucapnya.
Helmi menegaskan bahwa semua pihak diharapkan untuk terus patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di mana pun mereka berada, khususnya di ruang publik seperti objek wisata dan fasilitas umum lainnya.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan bahwa pihaknya tetap memberlakukan persyaratan berupa surat keterangan sehat dan lainnya kepada wisatawan yang datang dari daerah lain. Hal itu guna menyelaraskan peraturan yang ada di Bantul dengan Pergub DIY Nomor 48 Tahun 2020 terkait dengan persyaratan wisatawan luar daerah.
"Bahwa pada dasarnya prinsip Kabupaten Bantul itu tetap terbuka bagi siapa saja, tapi ya itu tadi, harus ada surat pengantar dan syarat-syarat yang harus dipenuhi," ujar Kwintarto.
Baca Juga: Sudah 17 Nakes Positif Covid-19, Dinkes Bantul Bakal Perketat Pengawasan
Lebih lanjut, Kwintarto menjelaskan, surat pengantar ini diwajibkan kepada wisatawan yang datang dari zona merah atau hitam. Nantinya untuk wisatawan yang datang dari kedua zona itu, minimal mereka harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari daerah asal, baik dari puskesmas atau dinkes, yang menyatakan orang itu sehat.
"Bagi wisatawan dari luar negeri, mereka wajib membawa surat keterangan PCR yang masih berlaku, tapi sejauh ini belum ada data yang masuk terkait dengan wisatawan asing yang masuk ke Bantul," tandasnya.
Berita Terkait
-
Sudah 17 Nakes Positif Covid-19, Dinkes Bantul Bakal Perketat Pengawasan
-
PPDP Ditemukan Positif Covid-19, KPU Bantul: Sudah Diganti Sebelum Tugas
-
Alami Lonjakan Kasus, Sehari 23 Warga Bantul Positif Covid-19
-
Pasien Positif COVID-19 di Bantul Membludak, DIY Tambah 28 Kasus Baru
-
Kasus Covid-19 di Bantul Terus Bertambah, Ini Penjelasan Dinkes
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Piala Paku Alam 2026 Bangkitkan Tradisi Pacuan Kuda dengan Balutan Karnaval dan Hiburan Keluarga
-
Fete de la Musique 2026 Digelar di Yogyakarta, 5 Musisi Lokal Meriahkan Kolaborasi Indonesia-Prancis
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval