Perbukitan di Sleman yang gundul karena aktivitas pembangunan perumahan-Harian Jogja - Hery Setiawan (ST18)
Sayangnya, Arif tak mengerti pasti berapa tinggi bukit Gunung Gedang saat ini. Begitu pula dengan tinggi bukit sebelum menjadi gundul karena dikeruk oleh alat berat.
Aktivitas pengerukan tanah rupanya tak hanya dilakukan oleh pihak pengembang. Di sisi barat bukit Gunung Gedang, sejumlah mobil bak terbuka juga tampak tertatih menaiki bukit. Kondisi jalan yang berupa tanah serta medan yang cukup curam membuat pengemudi cukup kesulitan untuk menjangkau badan bukit.
Mobil-mobil tersebut, menurut keterangan Arif, adalah milik warga setempat yang digunakan untuk mengangkut sisa-sisa tanah liat alias lempung. Sebelum pihak pengembang datang, aktivitas itu sudah berlangsung sejak lama.
Berita Terkait
-
Dicekoki Miras, Residivis di Sleman Sembunyikan Motor Trail Teman di Hutan
-
Lima Anggota Keluarga Terlibat Kecelakaan di Sleman, Satu Orang Tewas
-
Hindari Penularan Covid-19, Pemkab Sleman Tiadakan Malam Tirakatan HUT RI
-
Warga Terdampak Tol Jogja-Bawen Dibuat Bingung Gegara Desain Tol Keliru
-
Dituding Dukung Salah Satu Calon di Pilkada Sleman, Ini Kata Bos PMI Sleman
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat