Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 17:25 WIB
Suranto pemuda asal Padukuhan Ngipik terlihat tengah memberi makan ikan Guppy hasil budidayanya, Sabtu (1/8/2020). [Kontributor / Julianto]

Berkat kegigihannya, berbagai penghargaan telah berhasil mereka raih baik yang bertaraf nasional ataupun internasional. Bahkan kelompok ini bisa secara mandiri mampu membangun jalan dengan pengerasan semen sepanjang 400 meter. Bahkan, kini banyak ibu rumah tangga yang bergabung dengan mereka dan membudidayakan ikan Guppy di rumahnya.

Untuk dirinya sendiri, selain mampu membeli beberapa lahan ia juga sudah berhasil membangun rumah ukuran 10x7 meter persegi. Meski kecil, namun untuk membangun rumah tersebut telah mengeluarkan uang di atas Rp 200 juta. Bagaimana tidak, harga material untuk sampai ke kediamannya memang cukup mahal.

"Bayangkan, untuk pasir 1 rit atau 1 truk sampai ke ujung dusun Rp2 juta. Dan untuk mengangkutnya ke rumah butuh biaya Rp.2 juta lagi. Karena harus dipikul satu ember satu ember dengan cara manual. Bisa seminggu pasir satu truk sampai rumah, belum lagi makannya. Sangat mahal,"keluhnya.

Rumahnya memang berada di paling atas padukuhan Ngipik. Untuk sampai ke rumahnya hanya bisa diakses dengan berjalan kaki ataupun menggunakan sepeda motor namun tidak bisa berboncengan. Jalanan yang sangat curam kini sedikit terbantu dengan pengerasan yang mereka lakukan dari hasil penjualan ikan Guppy.

Baca Juga: Mundur dari Pilkada, Ipar Presiden Jokowi Pamit Bupati Gunungkidul

Eko (29) salah satu anggota komunitas Rejeki Langit mengaku bergabung dengan komunitas ini karena memajukan wilayah mereka yang sangat terpencil di mana untuk sampai ke kampung mereka harus menempuh perjalanan 2 jam menggunakan sepeda motor dari Wonosari. Selama ini, mereka lebih dekat ke Kota Klaten ketimbang Wonosari.

"Saya itu lulusan D3 ikatan dinas. Jadi saya sudah dijamin bekerja bahkan sudah diiming-imingi gaji Rp 5 juta perbulan jika mau bekerja setelah lulus kuliah. Tetapi saya tidak mau, saya sudah manteb untuk berwirausaha dengan bergabung Komunitas Rejeki Langit ini," tandasnya.

Kontributor : Julianto

Load More