Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 19:33 WIB
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

SuaraJogja.id - Sebanyak satu mahasiswa asing UGM asal Kamboja dinyatakan positif COVID-19. Kepastian ini didapat mahasiswa tersebut setelah pulang ke negaranya dan melakukan tes swab.

Mahasiswa tersebut pulang setelah lulus dari prodi Magister Teknik Kimia di Fakultas Teknik UGM pada Juli 2020 kemarin.

Satuan Tugas (satgas) COVID-19 UGM pun akhirnya harus melakukan tracing pada kontak erat mahasiswa tersebut. Sehingga bisa dilakukan Rapid Diagnoistic Test (RDT) pada kontak erat lain.

"Kita saat ini masih melakukan pemeriksaan [rapid test] dan pelacakan dengan siapa saja dia pernah melakukan kontak sebelum kembali ke Kamboja setelah kelulusannya," papar Ketua Satgas COVID-19 UGM, Rustamadji saat dikonfirmasi, Sabtu (01/08/2020).

Baca Juga: Jadi Tersangka, Mahasiswa Kedokteran Pembuang Bayi Ditahan di Polres Sleman

Menurut Rustamadji, tracing dilakukan pada tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun teman satu kos mahasiswa tersebut. Sebab dia sempat datang ke UGM untuk mengambil ijasah kelulusannya.

Untuk mencegah terjadinya penularan virus, Satgas merekomendasikan fakultas untuk menutup layanan kampus selama tiga hari.

Satgas bisa mendisinfeksi ruangan di kampus untuk memutus rantai penyebaran virus. Satgas saat ini dalam tahap pemeriksaan yang hasilnya baru akan keluar pada Senin (03/08/2020).

"Apabila nantinya ada yang dinyatakan positif kita akan lakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh universitas," ungkapnya.

Sementara terkait isu ditutupnya pelayanan di RSA UGM dan klinik GMC karena ada pegawainya yang terinfeksi virus Covid-19, hal tersebut tidaklah benar. Penutupan dilakukan dalam rangka memperingati Idul Adha 1441 H.

Baca Juga: Gelapkan Motor Milik Warga Sleman, Buruh Tani di Bantul Dicokok Polisi

Namun UGM tetap melakukan pemeriksaan kepada pegawai di RSA dan GMC yang hasilnya juga baru keluar dua hari kedepan.

Karenanya Rustamadji meminta kepada seluruh sivitas UGM untuk tetap tenang namun harus meningkatkan kewasapadaan. Selain itu mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah yaitu menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat. 

"Jangan panik, tetap disiplin jalankan protokol kesehatan dan ikuti arahan pimpinan," imbuhnya.

Jumlah kasus positif Covid-19 di DIY bertambah 67 kasus

Terkait perkembangan kasus positif COVID-19 di DIY, hingga akhir pekan ini muncul 67 kasus baru. 

Penambahan yang signifikan dua hari terakhir ini membuat total kasus di DIY mencapai 714 kasus. Jumlah terkonfirmasi tersebut dari total 734 sampel dan 639 orang.

Kasus yang muncul paling banyak berasal dari Sleman yang mencapai 40 kasus. Disusul di Bantul sebanyak 19 kasus, Kota Jogja 3 kasus dan Kulon Progo 2 kasus. Sedangkan dari Gunung Kidul tidak ada penambahan kasus.

"Tiga kasus lain masih dalam penelusuran," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY, Berty Murtiningsih saat dikonfirmasi, Sabtu Sore.

Menurut Berty, tingginya kasus di Sleman merupakan hasil dari skrining karyawan salah satu koperasi swasta di kabupaten yang mencapai 17 kasus. Begitu pula yang terjadi di Bantul yang muncul 17 kasus dari hasil skrining karyawan puskemas di kabupaten tersebut.

Untuk hasil tracing dengan kontak tracing kasus sebelumnya mencapai 12 kasus. Satu kasus muncul dari pasien yang punya riwayat perjalanan dinas luar daerah.

"Sedangkan 20 kasus lain hingga saat ini belum ada keterangan dari dinkes," jelasnya.

Berty menambahkan, Dinkes juga mendapatkan laporan satu kasus pasien positif yang meninggal dunia. Penambahan kasus 608, laki laki, 52 tahun dari Sleman itu membuat jumlah kasus positif yang meninggal di DIY mencapai 21 kasus.

"Sedangkan untuk kasus sembuh sebanyak 11 kasus sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 410 kasus," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More