SuaraJogja.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprakirakan gelombang tinggi di laut selatan masih akan muncul hingga satu pekan ke depan. Wisatawan yang hendak berkunjung ke pantai diimbau untuk tidak bermain di bibir pantai untuk sementara waktu.
"Gelombang akan laut di pantai selatan Yogyakarta akan cukup tinggi antara 2,5 hingga 4 meter," kata Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Mlati Reni Kraningtyas saat dihubungi SuaraJogja.id, Sabtu (8/8/2020).
Reni mengatakan, keadaan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya karena adanya perbedaan tekanan udara yang terjadi secara signifikan.
Tekanan itu terjadi antara pusat tekanan udara tinggi yang berkisar hingga 1.030 milibar (mb) di Samudra Hinda sebelah barat Australia dengan pusat tekanan udara rendah di perairan sebelah barat Sumatra dengan kekuatan 1.006 milibar.
"Dorongan atau tekanan tinggi tadi yang menyebabkan kecepatan angin cukup kuat menuju wilayah Indonesia, sehingga terjadi gelombang lebih tinggi," ungkapnya.
Melihat hal tersebut, Reni mengimbau seluruh wisatawan dan nelayan untuk lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di wilayah pantai selatan. Nelayan yang menggunakan perahu kecil juga disarankan untuk tidak melaut terlebih dahulu dan menambatkan kapal di tempat yang aman.
"Wisatawan juga tidak perlu mandi di laut, serta tetap selalu memperhatikan arahan dan imbauan petugas yang berjaga di sekitar pantai," tegasnya.
Perlu diketahui, gelombang besar di pantai selatan DIY telah memakan korban pada Kamis (6/8/2020) lalu. Tercatat enam orang meninggal dunia dan satu masih belum ditemukan akibat terseret ombak saat bermain di pinggir Pantai Goa Cemara, Bantul. Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih mencari keberadaan satu korban tersisa.
Baca Juga: Gelombang Tinggi, Kapolres Bantul: Anak Belajar di Rumah Jangan Ajak Pergi
Berita Terkait
-
Gelombang Tinggi, Kapolres Bantul: Anak Belajar di Rumah Jangan Ajak Pergi
-
Mengerikan! Kapal Tongkang Pengangkut Batu Bara Terbalik
-
Gelombang Tinggi Ancam Konservasi Penyu di Pantai Trisik Kulon Progo
-
Sejumlah Wilayah di DIY Siaga Kekeringan, BMKG Minta Warga Antisipasi
-
Detik-Detik Gemuruh Ombak Besar Bikin Warga Gemetaran di Wisata Karanghawu
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik
-
Lapor Polisi Sejak 2025, Kasus Dugaan Penipuan BPR Danagung di Polda DIY Jalan di Tempat
-
Gandeng YKAKI, Tilem ing Tentrem Berikan Ruang Jeda Penuh Makna bagi Mereka yang Merawat
-
Full House di Jogja, Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Sukses Sentuh Hati Penonton
-
Pembangunan PSEL DIY Mundur ke 2028, Nasib Pengelolaan Sampah Kabupaten dan Kota Masih Abu-abu