SuaraJogja.id - Ancaman abrasi yang makin parah mendesak pengelola untuk merelokasi Konservasi Penyu Abadi Trisik di Kabupaten Kulon Progo.
Saat ini jarak lokasi konservasi penyu dengan bibir pantai tinggal 30 meter, dari yang sebelumnya sejauh 100 meter.
Ketua Konservasi Penyu Abadi Trisik Jaka Samudra mengatakan, hal itu terjadi karena abrai beberapa tahun terakhir abrasi di kawasan Pantai Trisik cukup tinggi.
"Untuk itu, kami akan merelokasi lokasi konservasi penyu. Jarak lokasi konservasi penyu sudah tidak aman lagi, ditambah lagi abrasinya sudah parah dan sangat mengkhawatirkan," kata Jaka di Kulon Progo, Senin (10/8/2020).
Menurut dia, seperti diberitakan ANTARA, lokasi yang baru terbilang cukup aman karena jarak dari bibir pantai lebih dari 100 meter.
Calon rumah baru bagi tukik-tukik yang dirawat kelompok konservasi ini juga lebih luas dibanding tempat sebelumnya, sehingga tukik yang ditampung sementara untuk kemudian dilepasliarkan saat sudah siap nantinya bisa lebih banyak lagi.
"Saat ini, kami mengkaji lokasi yang cocok untuk lokasi relokasi dengan berbagai pertimbangan, salah satunya potensi lokasi pendaratan penyu," kata dia.
Jaka menambahakan, Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik melakukan konservasi sejak 2004. Kelompok ini telah berkontribusi dalam upaya pelestarian penyu jenis lekang yang habitatnya di perairan Kulon Progo.
Sejak awal berdiri hingga saat ini, kelompok tersebut sudah merawat dan melepasliarkan ribuan ekor tukik.
Baca Juga: Melihat Penetasan Telur Penyu Secara Semi Alamiah
"Perawatan mulai sejak dalam bentuk telur, kemudian menetas menjadi tukik, setelah sudah cukup besar, tukik-tukik ini kami lepasliarkan," jelas Jaka.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Jaka Mursito mengatakan, konservasi penyu tidak lepas dari pengembangan pariwisata di Kulon Progo. Keberadaan Kelompok Konservasi Penyu Abadi Trisik sangat mendukung pengembangan Pantai Trisik, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung.
"Ke depan pengembangan pariwisata Pantai Trisik dan konvervasi penyu harus berjalan seiring, sehingga lebih cepat mengundang wisatawan," tutur Jaka Mursito.
Semnetara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY Untung Suripto menyambut baik rencana relokasi tempat penangkaran penyu di Pantai Terisik.
"Saat ini, karena dampak abrasi jaraknya jadi sangat dekat dengan bibir pantai, sehingga sebaiknya memang harus direlokasi," ungkap Untung.
Menurut penuturannya, jarak ideal tempat penangkaran dengan bibir pantai antara 50 sampai 100 meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG
-
BRI Berikan Privilege Nonton Eksklusif Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere Cinema XXI
-
BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya
-
Miris 117 Kampus Muhammadiyah Tanpa Profesor, Forum PTMA Siapkan Penataan Besar